15 Aktivis Bakal Buka Tenda di Alun-alun Pendopo Indramayu, Kritisi Satu Tahun Kepemimpinan Lucky-Saefudin

CyberTNI.id | INDRAMAYU — 15 aktivis yang tergabung dalam wadah PAKSI (Pusat Advokasi dan Pekerja Seni Indramayu) Idaman akan menggelar aksi unjuk rasa di halaman alun-alun Indramayu.

Rencana aksi ini akan digelar tiga hari berturut-turut dari tanggal 10-12 Maret 2026.

Surat pemberitahuan aksi yang di tujukan ke Kapolres Indramayu tertanggal 4 Maret 2026 sudah beredar di publik, dan di posting media sosial (Medsos) tersebar sejak Kamis (5/3/2026) siang tadi.

Untuk memastikan rencana aksi tersebut, Intijayakoran.com menghubungi Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Masdi lewat Whatsapp, Kamis sore.

“Benar kita akan ada aksi menyikapi 1 tahun kinerja kepemimpinan Bupati Lucky Hakim yang kami nilai gagal. Janji beberes Indramayu masih jauh dari harapan. Tempat aksi di alun-alun Indramayu,” kata Masdi.

Menurut Masdi, unjuk rasa PAKSI nanti digelar 3 hari berturut-turut dengan memasang tenda di alun-alun depan kantor pendopo, dan dilengkapi banner, spanduk, bendera merah putih dan bendera PAKSI Idaman.

Dalam tuntutannya, PAKSI Idaman menyuarakan pengusiran Staf Khusus (Stafsus) Salman Al-Farisi dari Bumi Wiralodra yang dinilai sebagai biang kegaduhan di pemerintahan sekarang

Ditegaskan Masdi, roda pemerintahan Bupati Lucky Hakim-Syaefudin sudah menginjak satu tahun per 20 Pebruari 2026. Namun dinilai tidak ada perubahan positif dan kebijakannya tidak pro rakyat.

Maka dari itu, pihaknya mengingatkan janji-janji politik pasangan Lucky-Sae saat kampanye yang punya jargon “Beberes Dermayu”.

Perjalanan pemerintahan Lucky-Sae sangat memprihatinkan serta banyak menimbulkan kegaduhan.

Dimulai dari sangsi magang di Kemendagri karena Bupati Lucky memilih jalan-jalan ke Jepang saat situasi di daerah sibuk menangani arus mudik-balik lebaran Idul Fitri 2025, hingga mencuatnya masalah stafsus Bupati (Salman) yang dinilai arogan dan membuat kegaduhan baik di birokrasi dinas maupun warga kota mangga.

Beberes Indramayu hanya sebatas impian. Masih banyak janji-janji saat kampanye belum dikerjakan. Indramayu tambah rusak, baik insfratukturnya maupun kelembagaan birokrasinya.

“Lihat, sampai sekarang masih banyak dinas yang dijabat Plt atau rangkap jabatan. Semua ini akibat kuatnya andil Stafsus Salman. PAKSI mendesak agar Salman pergi dari Indramayu. Salman ini Stafsus Rasa Bupati,’ jelas Masdi.

 

Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *