CyberTNI.id | Trowulan — Sejumlah arkeolog Indonesia pernah melontarkan sebuah pernyataan yang terdengar seperti legenda, namun perlahan terbukti nyata, jika seluruh wilayah Kecamatan Trowulan digali secara menyeluruh, hampir semuanya menyimpan jejak bangunan kuno peninggalan Majapahit.
Keyakinan itu kembali menguat setelah ditemukannya reruntuhan besar di Situs Kumitir. Di lokasi ini, para peneliti mengungkap struktur talud atau dinding pondasi raksasa, membentang sekitar 100 meter dari selatan ke utara dan 400 meter dari barat ke timur, dengan total area situs mencapai enam hektare. Skala bangunannya menunjukkan bahwa Kumitir bukan situs biasa.
Berdasarkan kajian para ahli, Situs Kumitir diduga kuat sebagai Istana Timur Majapahit, yang pernah dihuni Bhre Wengker, salah satu bangsawan penting kerajaan. Pendapat lain menyebutkan kawasan ini juga berfungsi sebagai tempat pendharmaan bangsawan, ruang sakral yang memiliki makna politik dan spiritual sekaligus.
Trowulan sendiri diyakini sebagai jantung pemerintahan Kerajaan Majapahit. Jejak kejayaan itu masih berserakan dalam bentuk candi, petirtaan, saluran irigasi kuno, pagar benteng, hingga struktur permukiman yang tertimbun tanah selama berabad-abad.
Namun, mengungkap seluruh warisan Majapahit di Trowulan bukan perkara mudah. Kawasan ini kini telah padat oleh permukiman warga. Proses penggalian dan rekonstruksi membutuhkan biaya besar, perencanaan matang, serta solusi adil bagi masyarakat yang harus direlokasi. Di balik tanah yang diinjak setiap hari, Trowulan menyimpan kota kuno raksasa, menunggu waktu, kebijakan, dan keberanian untuk benar-benar diungkap kembali.
Pimum












