Mantan Ketua KPK Abraham Samad Buka-Bukaan Soal Pembicaraan Dengan Presiden RI Prabowo Subianto

CyberTNI.id| BOGOR,Senin (2/2/2026) — Abraham Samad mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto sengaja ingin mengetahui kritik dan saran untuk pemerintahannya.

Beberapa topik yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut yakni terkait dengan Board of Peace (BOP), pemberantasan korupsi, penegakan hukum, reformasi Polri, serta pembenahan tata kelola sumber daya alam (SDA).

Dari seluruh topik yang dibicarakan tersebut, Prabowo Subianto fokus kepada pembenahan tata kelola sumber daya alam.

Kepada para pengkritiknya, Prabowo mengaku benar-benar serius ingin memperbaiki tata kelola SDA.

Abraham Samad pun mengapresiasi niat Prabowo yang mengaku mau serius membenahi tata kelola SDA.

Abraham Samad pun mengapresiasi pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dibentuk era Prabowo Subianto.

Satgas PKH merupakan cita-cita Abraham Samad sejak menjadi Ketua KPK.

“Dulu di era saya Ketua KPK sempat ada wacana membuat Satgas PKH namun urung dijalankan karena saya keburu dikriminalisasi dan dicopot dari jabatan,” ucap Abraham Samad.Selain itu Abraham Samad mengatakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berani menyentuh korupsi di tataran aparat penegak hukum jika ingin indeks persepsi korupsi Indonesia naik.

Abraham menuturkan, poin tersebut adalah bagian dari 5 amanah United Nations Convention Against Corruption.

“Pertama yaitu foreign bribery, penyuapan pejabat menteri asing. Yang kedua, trading influence atau perdagangan pengaruh. Kemudian yang ketiga yaitu, illicit enrichment yaitu peningkatan harta kekayaan penyelenggara negara dan aparat penegak hukum. Ini berkaitan dengan undang-undang perampasan aset yang akan dibuat kemudian,” kata Abraham.

“Dan yang keempat paling penting ada yang disebut yaitu commercial bribery yaitu korupsi dan suap di sektor swasta. Dan yang terakhir saya bilang yang paling penting yaitu judicial corruption, karena kita boleh menangkap semua menteri, boleh menangkap semua gubernur, boleh menangkap bupati. Tapi kalau kita tidak menyentuh yang namanya judicial corruption, yaitu korupsi di aparat penegak hukum, polisi, jaksa, dan pengadilan. Maka jangan pernah berharap IPK itu menjadi baik.”

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang mantan Ketua KPK Abraham Samad dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Kedua tokoh yang kerap mengkritik pemerintah itu diundang Prabowo Subianto untuk bertemu pada Jumat (30/1/2026).

Padahal diketahui kedua tokoh tersebut kerap mengkritik pemerintahan baik di media sosial maupun media massa.

Abraham Samad mengatakan bahwa pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh selain dirinya.

Misalnya saja seperti Said Didu dan juga pengamat Politik Profesor Siti Zuhro.

Dari pihak pemerintah, Prabowo Subianto didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *