PSJM Korem 084/BJ Uji Ketahanan Prajurit Lewat Hanmars Lari Dan Renang Militer

CyberTNI.id | Surabaya CyberTNI.id – Korem 084/Bhaskara Jaya menggelar Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM) di Makorem 084/BJ, Kamis (12/2/2026), sebagai upaya menguji kesiapan fisik dan mental prajurit secara komprehensif. Kegiatan yang dipimpin Kasiops Kasrem 084/BJ Kolonel Inf Agus Al Fauzi, S.I.P., M.I.Pol., selaku Danlat itu meliputi gerak jalan militer (Hanmars) sejauh 10 kilometer dan renang militer dasar 50 meter di Kolam Renang Kodam V/Brawijaya.

Pelaksanaan berlangsung disiplin dan menjadi bagian dari komitmen Korem 084/BJ dalam menjaga kesiapsiagaan operasional di wilayah teritorialnya. Hanmars 10 Km dinilai sebagai standar efektif untuk menguji daya tahan fisik, mental, serta kekompakan tim di bawah tekanan, sekaligus memastikan kemampuan bergerak jarak jauh dengan perlengkapan penuh yang menjadi keterampilan dasar infanteri.

Sementara itu, renang militer dasar 50 meter bertujuan menjamin kemampuan prajurit bergerak dan menyelamatkan diri di perairan, mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi sungai dan wilayah pesisir.

Kolonel Agus menegaskan, PSJM menjadi barometer kredibel dalam mengukur kesiapan individu maupun satuan. Hasil PSJM akan menjadi dasar pemetaan kesiapan jasmani dan penyusunan program pembinaan fisik yang terukur bagi prajurit,” ujarnya.

Sebagai penutup, ketangguhan militer Indonesia lahir dari proses pendidikan yang sangat disiplin dan tanpa kompromi. Sinergi antara latihan fisik yang berat dan pengembangan kekuatan mental menjadikan setiap prajurit TNI sebagai individu yang paripurna dalam menjalankan misi negara.

Jangan melihat tantangan ekstrem sebagai beban, melainkan sebagai kawah candradimuka yang akan mengubah seseorang menjadi pelindung rakyat yang sejati. Dengan semangat patriotisme yang menyala, para prajurit akan selalu siap sedia berkorban demi keutuhan tanah air. Mari kita apresiasi dedikasi mereka yang terus berlatih tanpa kenal lelah demi memastikan kedamaian tetap terjaga di seluruh pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Ke depan, latihan fisik murni tersebut direncanakan disinergikan dengan skenario taktis agar kemampuan jasmani dapat langsung diaplikasikan dalam situasi operasional realistis. Evaluasi berkala terhadap fasilitas dan sistem pendukung juga akan terus dilakukan guna menjaga kualitas pembinaan prajurit.” ujarnya.

 

(s.adi.w)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *