Dulu Pegawai Lapangan, Kini Jadi Menteri? Kisah Inspiratif Andi Amran Sulaiman, Sang “Penakluk Hama Tikus”

CyberTNI.id|JAKARTA,Senin (6/4/2026) — Garis tangan seseorang tidak ada yang tahu, namun bagi Andi Amran Sulaiman, kerja keras dan inovasi yang membawanya dari lumpur sawah menuju singgasana kabinet. Sosok pria kelahiran Bone, 27 April 1968 ini, kini resmi mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih, sekaligus menjadi salah satu menteri dengan kekayaan bersih tertinggi di jajaran pemerintahan.

Namun, di balik setelan jas rapi dan pengawalan protokol, tersimpan kisah perjuangan seorang anak veteran yang memulai segalanya dari titik nol.

Berawal dari “Tiran”: Inovasi yang Mengubah Nasib
Jauh sebelum namanya berkibar di Jakarta, Amran Sulaiman adalah seorang kepala operasi lapangan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV. Kesehariannya bersentuhan langsung dengan tanah dan masalah petani, salah satunya adalah serangan hama tikus yang kerap menggagalkan panen.

Berbekal ilmu pertanian dari Universitas Hasanuddin, Amran melakukan riset mandiri hingga menemukan racun tikus yang sangat efektif. Ia menamainya “Tiran”—akronim dari Tikus diracun Amran. Inovasi inilah yang menjadi cikal bakal Tiran Group, perusahaan konglomerat yang kini menggurita di berbagai sektor mulai dari pertambangan hingga infrastruktur, dengan pendapatan triliunan rupiah per tahun.

Ilmuwan yang Memegang 5 Hak Paten
Amran bukan sekadar pengusaha yang beruntung. Ia adalah seorang akademisi tulen. Meski sibuk berbisnis, ia menyelesaikan gelar Doktor di Universitas Hasanuddin dengan IPK sempurna (4,0). Hingga saat ini, ia mengantongi 5 hak paten di bidang pertanian.

Kemampuannya memadukan teori akademis dengan eksekusi lapangan yang “sat-set” membuatnya dijuluki sebagai teknokrat yang paling paham denyut nadi petani Indonesia.

Kepercayaan Tiga Periode: Sang Penjaga Perut Bangsa
Bukan tanpa alasan Presiden Prabowo Subianto kembali memanggilnya ke kabinet. Amran telah membuktikan ketangguhannya sebagai Menteri Pertanian selama dua periode sebelumnya di era Joko Widodo. Di periode ketiganya ini, ia memikul beban yang lebih berat: Swasembada Pangan Nasional.

Sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran ditargetkan untuk menjadikan Indonesia mandiri pada komoditas beras, jagung, dan gula dalam waktu singkat.

Menginspirasi dari Timur Indonesia
Kisah Andi Amran Sulaiman adalah bukti nyata bahwa anak daerah dari pelosok Sulawesi Selatan bisa menaklukkan ibu kota tanpa harus kehilangan jati dirinya. Ia mengajarkan bahwa kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja bukanlah tembok, melainkan tangga untuk naik lebih tinggi jika dibarengi dengan inovasi.

Kini, Sang “Penakluk Hama” itu memegang kendali atas masa depan pangan ratusan juta rakyat Indonesia. Sebuah perjalanan luar biasa dari seorang pegawai lapangan menjadi penjaga kedaulatan pangan .

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *