CyberTNI.id | CIREBON, Senin 11 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Kepala Biro (Kabiro) media CyberTNI.id Kabupaten Cirebon menggelar aksi sosial kontrol ke sejumlah desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan publik serta mendorong keterbukaan dan akuntabilitas di tingkat Pemerintahan Desa Cirebon Girang Kuwu Moh. Hapid.
Dengan mengusung semangat kemerdekaan dan nilai-nilai kebangsaan, tim dari CyberTNI.id turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, mencermati pelaksanaan program-program desa, serta memotret realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya soal seremonial. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai tonggak untuk menguatkan peran media sebagai pilar keempat demokrasi,” ujar Kabiro CyberTNI.id Kabupaten Cirebon di sela kegiatan sosial kontrol, Senin (11/8).
Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa dialog terbuka dengan perangkat desa, pemantauan proyek infrastruktur, serta evaluasi pelayanan publik. Tidak hanya itu, tim media juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

Salah satu warga Desa Cirebon Girang, yang turut hadir dalam sesi dialog, mengapresiasi kehadiran team media di tengah masyarakat. “Kami merasa lebih diperhatikan dan bisa menyampaikan langsung keluhan atau kekurangan di Desa Cirebon girang kami,” ujarnya.
Kegiatan ini rencananya akan berlanjut ke puluhan desa lainnya di Kabupaten Cirebon sebagai bentuk komitmen media dalam mendorong pemerintahan yang bersih, jujur, dan berpihak pada rakyat.
Kabiro menegaskan bahwa kegiatan kontrol sosial seperti ini bukan bentuk pengawasan negatif, melainkan dukungan terhadap terciptanya pemerintahan desa yang berdaya, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
“Media harus hadir sebagai mitra kritis, bukan hanya penonton. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penyampai berita,” pungkasnya.
(Eko Priyanto)












