CyberTNI.id | Cirebon, 4 Februari 2026 — Aliansi LSM Cirebon Bergerak yang terdiri dari 14 ketua LSM di Kabupaten Cirebon menghadiri pertemuan bersama Owner SMK YALIS GREN WISATA, Haji Ali. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula SMK YALIS GREN WISATA, Desa Tegalwangi, Kabupaten Cirebon.
Pertemuan ini membahas program perekrutan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya di bidang perhotelan. Dalam penjelasannya, Haji Ali menyampaikan bahwa calon tenaga kerja diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa Mandarin selama 9 bulan yang dilaksanakan di SMK YALIS GREN WISATA. Untuk program ini, calon tenaga kerja dikenakan biaya pendidikan sebesar Rp35 juta. Pembayaran tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap, dengan pembayaran awal sebesar Rp10 juta. Sisa biaya Rp25 juta dibayarkan setelah peserta dinyatakan lulus seleksi.
Selain itu, untuk keperluan pemberangkatan seperti pembuatan paspor dan visa, dibutuhkan dana sebesar Rp25 juta. Dana tersebut dipegang langsung oleh calon tenaga kerja dan diserahkan kepada pihak pengguna (user) sesuai ketentuan yang berlaku.
Haji Ali menegaskan bahwa biaya pendidikan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin selama 9 bulan sepenuhnya ditanggung oleh pihak SMK YALIS GREN WISATA hingga peserta benar-benar berangkat dan bekerja di luar negeri. Lebih lanjut, Haji Ali menjelaskan bahwa pihak sekolah memiliki koperasi yang dapat memberikan pinjaman dana talangan sebesar Rp25 juta bagi peserta yang telah lulus seleksi dan siap berangkat. Pengembalian pinjaman dilakukan melalui pemotongan gaji bulanan setelah peserta bekerja di luar negeri.
Tidak hanya fokus pada penempatan kerja, SMK YALIS GREN WISATA juga memiliki program sosial di bidang pendidikan. Haji Ali menyampaikan bahwa sekolah tersebut membuka kesempatan bagi lulusan SMP yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK. Seluruh biaya pendidikan digratiskan, mulai dari uang gedung, SPP, seragam dua stel, perlengkapan sekolah, hingga kursus bahasa Inggris dan Mandarin. Semua biaya tersebut ditanggung penuh oleh pihak sekolah hingga siswa lulus dan memperoleh ijazah SMK.
Fasilitas pendukung pembelajaran juga disediakan, di antaranya satu unit laptop untuk setiap siswa yang dapat dibawa pulang guna menunjang kegiatan belajar di rumah. Untuk pengajaran bahasa asing, guru dapat memberikan materi melalui sambungan telepon atau video call.
Haji Ali menambahkan bahwa SMK YALIS GREN WISATA tidak hanya mempersiapkan siswa untuk bekerja, tetapi juga membuka peluang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Pihak sekolah siap membantu pengurusan beasiswa kuliah di Taiwan. Hingga saat ini, SMK YALIS GREN WISATA telah memberangkatkan sekitar 500 siswa untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan hingga jenjang S2 dan S3.

Tim Cyber TNI ID turut hadir dalam pertemuan tersebut, bersama para ketua LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Cirebon Bergerak.
Ketua Koordinator Aliansi LSM Cirebon Bergerak, Kusmin, S.Com, menyampaikan apresiasi dan rasa antusiasnya terhadap program-program yang dijalankan SMK YALIS GREN WISATA. Menurutnya, program pendidikan gratis ini merupakan solusi nyata bagi anak-anak yang putus sekolah atau lulusan SMP yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke SMK.
Kusmin juga menilai program pelatihan bahasa dan penempatan kerja ke luar negeri di bidang perhotelan sebagai langkah luar biasa dari pihak swasta. Ditambah dengan adanya fasilitas pinjaman dana talangan sebesar Rp25 juta yang dapat dicicil melalui pemotongan gaji, program ini dinilai sangat membantu calon tenaga kerja untuk meningkatkan taraf hidup dan masa depan mereka.
“Ini adalah bentuk kepedulian yang nyata dan patut diapresiasi. SMK YALIS GREN WISATA tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda Cirebon untuk bekerja dan berkarier di luar negeri,” ujar Kusmin, S.Com.
Nanang kalnadi












