ALIANSI LSM CIREBON BERGERAK RESMI BUBARKAN DIRI, PERBEDAAN PENDAPAT JADI PEMICU

CyberTNI.id | Cirebon, 1 April 2026 — Aliansi LSM Cirebon Bergerak yang beranggotakan 14 ketua LSM di Kabupaten Cirebon resmi membubarkan diri pada Rabu (1/4/2026).

Pembubaran tersebut dilakukan setelah muncul perbedaan pandangan dan ketidaksepahaman di antara para anggota aliansi.

Pembubaran Aliansi LSM Cirebon Bergerak bermula dari audiensi di DPRD Kabupaten Cirebon yang menyoroti penggunaan dana APBD Tahun 2026. Dalam audiensi tersebut, aliansi menduga adanya pemotongan anggaran melalui paket pekerjaan yang diduga melibatkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Cirebon.

Koordinator Aliansi LSM Cirebon Bergerak, Kusmin, menyampaikan kepada tim CyberTNI.id bahwa dirinya mengundurkan diri dari jabatan koordinator dengan alasan kesibukan pekerjaan serta rencana untuk fokus pada kegiatan pertanian.

“Saya mengundurkan diri karena banyak pekerjaan yang harus ditangani, termasuk ingin fokus bertani,” ujar Kusmin.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Aliansi, Surahmat, yang menyatakan mundur bersamaan dengan koordinator.

“Saya satu paket dengan koordinator. Jika koordinator mundur, saya juga ikut mundur,” ujar Surahmat saat rapat pembubaran di kantor Aliansi LSM Cirebon Bergerak.

Ketua DPC Manggala Garuda Putih Kabupaten Cirebon menyatakan bahwa pembubaran aliansi merupakan langkah yang tepat mengingat perbedaan pemikiran yang sudah tidak dapat disatukan.

Sementara itu, Ketua DPD LSM Penjara, Kuwu Agus, menyampaikan bahwa pembubaran aliansi dinilai tepat karena adanya informasi di lapangan terkait dugaan penerimaan suap dari anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang berdampak pada citra buruk aliansi.

Pendapat serupa juga disampaikan Bambang Untung yang menyatakan dukungannya terhadap pembubaran aliansi. Ia mengungkapkan adanya laporan ke Polres Sumber terkait dugaan penerimaan suap oleh sejumlah anggota aliansi.

“Sudah ada laporan ke Polres Sumber terkait dugaan penerimaan suap oleh beberapa anggota Aliansi LSM Cirebon Bergerak,” ujar Bambang Untung di kantor Aliansi LSM Cirebon Bergerak, Jalan Sunan Derajat, Sumber.

Namun, anggota LSM HAM, Sotarno, menyatakan bahwa pengunduran diri koordinator dan sekretaris dinilai tidak memiliki alasan yang kuat.

Di sisi lain, Kaerudin Usman dari LSM Geram menilai alasan kejenuhan yang disampaikan koordinator tidak tepat. Ia juga menyayangkan adanya anggota yang melaporkan aliansi ke pihak kepolisian tanpa melalui pembahasan internal terlebih dahulu.

“Seharusnya jika ada masalah, dibahas terlebih dahulu secara internal. Melaporkan lembaga sendiri justru mencederai dan merusak nama baik anggota aliansi,” ujarnya.

Setelah melalui perdebatan panjang, rapat akhirnya memutuskan pembubaran Aliansi LSM Cirebon Bergerak. Keputusan tersebut ditetapkan secara resmi setelah koordinator dari LSM Garda Patriot mengetuk meja sebanyak tiga kali sebagai tanda pembubaran resmi pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Dengan keputusan tersebut, Aliansi LSM Cirebon Bergerak dinyatakan resmi dibubarkan.

 

N.K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *