CyberTNI.id | Indramayu,Selasa 17 Februari 2026 — Desa Tinumpuk kini berada dalam bayang-bayang keresahan. Dugaan peredaran obat keras golongan G yang berkedok warung kosong dinilai sudah sangat meresahkan dan mencoreng nama baik desa. Aktivitas mencurigakan itu disebut berlangsung hampir setiap malam, dengan pembeli didominasi remaja usia sekolah.
Seorang warga dengan nada tinggi menyampaikan kekesalannya.
“Ini bukan isu baru. Hampir tiap malam ada transaksi. Anak-anak datang, sebentar lalu pergi. Kami tidak buta,” tegasnya.
Warga lain bahkan mempertanyakan pengawasan yang ada.
“Kalau masyarakat saja bisa lihat, masa aparat tidak? Jangan sampai ada kesan pembiaran. Ini menyangkut masa depan generasi muda,” ujarnya tajam.
Menurut pengakuan warga, warung yang tampak kosong di siang hari berubah menjadi titik transaksi saat malam. Pembeli datang bergantian, cepat, dan menggunakan kode tertentu. Situasi ini membuat orang tua semakin waswas.
“Anak-anak kami jadi taruhan. Obat tipe G itu bukan permen. Bisa bikin kecanduan, gangguan mental, bahkan nyawa melayang. Siapa yang mau tanggung jawab kalau sudah ada korban?” kata seorang ibu dengan suara bergetar.
Tokoh masyarakat Desa Tinumpuk mendesak aparat penegak hukum untuk tidak setengah hati.
“Kalau memang ada praktik ilegal, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan cuma tangkap pengecer. Putus jaringannya. Jangan tunggu ada yang overdosis dulu baru bergerak,” tegasnya.
Warga menegaskan, mereka ingin desa mereka aman dan bersih dari peredaran obat keras ilegal. Jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, keresahan ini dikhawatirkan akan berubah menjadi tekanan publik yang lebih besar.
Red_nanang












