CyberTNI.id | PACITAN, Kamis (12/2/2026) — Kehadiran Ilham Akbar Habibie di The Yudhoyono Institute yang berlokasi di Museum SBY & Ani, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, meninggalkan kesan mendalam dan penuh makna.
Berada di tempat tersebut bukan sekadar memenuhi undangan sebagai pembicara, melainkan juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang transformasi digital di Indonesia. Ada ikatan historis yang kuat, mengingat Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS), tempat Ilham saat ini bernaung, lahir dari visi besar Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam mengakselerasi kesiapan teknologi nasional.
Dalam forum terhormat itu, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI ke-6 SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Chairul Tanjung, serta melalui sambutan video dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ilham menegaskan bahwa teknologi di era ekonomi baru tidak boleh berdiri sendiri sebagai alat efisiensi teknis semata.
Sejalan dengan semangat Ekonomi Pasar Pancasila, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen negara untuk menghadirkan keadilan sosial. Inovasi digital, menurutnya, wajib menjangkau sektor ultra-mikro agar pelaku usaha kecil memperoleh akses permodalan, pendampingan, dan pelatihan yang selama ini sulit mereka raih.
Lebih lanjut, tantangan transisi energi serta perubahan struktur lapangan kerja menuntut hadirnya grand design ekonomi nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan. Fokus utama ke depan adalah membangun jalur pendidikan dan sertifikasi hijau (green jobs) bagi sumber daya manusia Indonesia.
Dengan demikian, setiap anak bangsa diharapkan siap menjadi aktor utama bukan sekadar penonton di tengah arus perubahan global. Ilham berharap sinergi pemikiran antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dapat terus dikawal demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan sejahtera.
(Nang)












