CyberTNI.id| JEPANG,Kamis ( 19/3/2026) — Josaphat Tetuko Sri Sumantyo adalah salah satu putra terbaik bangsa yang memegang paten teknologi radar satelit pengamat bumi atau CP-SAR. Teknologi ciptaannya ini sangat revolusioner karena radarnya mampu menembus awan tebal, kabut asap, bahkan bisa memetakan objek yang berada di balik permukaan tanah. Penemuan ini merupakan aset yang sangat krusial untuk pemantauan bencana alam, navigasi pesawat, hingga pertahanan militer tingkat tinggi.
Sebagai ilmuwan yang sangat mencintai negaranya, ia tentu ingin agar teknologi canggih ini dikembangkan di Tanah Air demi menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Namun ironisnya, niat tulus tersebut justru terbentur tembok tebal birokrasi dan minimnya dukungan dana riset dari pemerintah. Karyanya yang bernilai triliunan rupiah tersebut seolah dipandang sebelah mata dan tidak mendapatkan fasilitas pengembangan yang layak di negeri sendiri.
Melihat ada talenta jenius tingkat dunia yang disia-siakan, pemerintah Jepang langsung bermanuver cepat.
Mereka “membajak” sang ilmuwan dengan tawaran yang sangat menggiurkan. Jepang langsung mengangkatnya menjadi profesor penuh di Universitas Chiba, memberikannya fasilitas laboratorium riset raksasa yang sangat mewah, dan menggelontorkan dana penelitian yang tidak ada habisnya.
Kini, teknologi radar ciptaan anak bangsa tersebut justru dikembangkan dan dipakai oleh badan antariksa asing serta militer negara lain. Sementara itu, Indonesia harus menelan pil pahit karena terus bergantung pada teknologi buatan asing dan membelinya dengan harga yang sangat mahal, padahal sang kreator aslinya adalah orang Indonesia asli yang pernah meminta ruang untuk berkarya di rumahnya sendiri.
(Nang)












