CyberTNI.id | IRAN, Selasa (17/3/2026) — Iran disebut mengancam akan memutus jaringan kabel internet bawah laut yang melintasi kawasan Teluk jika negara-negara di wilayah tersebut terus memberikan perlindungan kepada militer Amerika Serikat.
Ancaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Selama ini perhatian dunia lebih banyak tertuju pada ancaman terhadap jalur minyak di Selat Hormuz.
Padahal, selain jalur energi, kawasan Teluk juga menjadi persimpangan penting jaringan kabel serat optik bawah laut yang membawa sebagian besar lalu lintas data internet dunia.
Diperkirakan sekitar 95 persen komunikasi data global mengalir melalui kabel serat optik yang tertanam di dasar laut dan menghubungkan berbagai benua.
Melalui jaringan inilah berlangsung berbagai aktivitas digital dunia, mulai dari transaksi perbankan internasional, perdagangan elektronik, komunikasi diplomatik hingga layanan data dan media sosial.
Jika jaringan kabel tersebut terganggu akibat konflik atau sabotase, dampaknya dapat dirasakan secara global, termasuk gangguan transaksi keuangan, komunikasi internasional, hingga stabilitas ekonomi digital.
Para pengamat menilai infrastruktur kabel bawah laut kini menjadi aset strategis dalam geopolitik modern, karena penguasaan jalur data global dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di era digital.
(Nang)












