CyberTNI.id | MADIUN ,Jumat (16/1/2026) — Peternak sapi di Kabupaten Madiun diminta meningkatkan kewaspadaan.Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali dilaporkan menyerang belasan ternak di wilayah tersebut.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat, hingga pertengahan Januari terdapat 18 ekor ternak yang mengalami gejala atau suspect PMK.
Kasus tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Gemarang, Saradan, Wungu, Madiun, dan Wonoasri.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Harris Imballo R Siregar mengatakan, seluruh ternak yang terduga PMK telah mendapatkan penanganan medis.
“Sebagian besar sudah diobati dan sembuh. Namun ada juga yang kondisinya memburuk sehingga harus dipotong paksa, seperti kasus di Desa Sirapan, Kecamatan Madiun,” ungkapnya.
Harris menjelaskan, seluruh temuan tersebut masih berstatus suspect PMK.

Penetapan positif atau negatif PMK baru dapat dilakukan setelah melalui peneguhan diagnosis laboratorium.
“Karena belum ada hasil uji laboratorium, statusnya masih terduga. Namun seluruh kasus sudah kami laporkan ke ISIKHNAS,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, DKPP mulai menggencarkan upaya pengendalian.
Di antaranya penyemprotan desinfektan di pasar hewan dan kandang, vaksinasi PMK, serta pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak sapi dan kambing.
Peternak juga diminta lebih peka terhadap gejala awal PMK.
“Jika ternak mengalami demam, nafsu makan turun, air liur berlebihan, atau muncul luka di mulut dan kaki, segera laporkan ke petugas atau dokter hewan agar cepat ditangani.
(Nang)












