CyberTNI.id | Jombang, 25 Januari 2026 – Pimpinan Kesatria Jawa Bersatu (KJB), Ahmad Wibisono, S.H., melakukan sowan dan ziarah budaya ke Petilasan Panji Asmoro Bangun yang terletak di Desa Bogem, Kelurahan Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi penegasan sikap KJB sebagai garda terdepan penjaga sejarah, budaya, dan marwah Nusantara yang selama ini kerap terabaikan oleh negara.
Petilasan Panji Asmoro Bangun berada di pinggiran desa, jauh dari sorotan, namun menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Jawa. Ironisnya, situs bersejarah tersebut tidak tersentuh perhatian pemerintah, baik dari tingkat desa, Dinas Pariwisata, maupun Dinas Purbakala Kabupaten Jombang.

Tempat bersejarah ini dijaga dan dirawat secara mandiri oleh Kang Mas M. Sakur, sosok sederhana yang dengan penuh dedikasi telah lebih dari empat tahun mengabdikan tenaga, waktu, dan dana pribadi untuk membangun serta merawat petilasan tersebut. Tidak ada bantuan, tidak ada anggaran, tidak ada program semua dilakoni seorang diri demi menjaga amanah leluhur.
“Ini bukan soal bangunan, tapi soal sejarah dan jati diri bangsa. Kalau bukan kita yang merawat, lalu siapa?” ungkap Kang Mas M. Sakur.
Dalam sowannya, Ahmad Wibisono, S.H., menegaskan bahwa Kesatria Jawa Bersatu tidak akan diam melihat warisan leluhur dibiarkan terlantar. Menurutnya, negara terlalu sering abai terhadap situs-situs sejarah akar rumput, namun sibuk mengklaim kebudayaan ketika sudah mendunia.

“Sangat memprihatinkan. Ada warga yang merawat situs leluhur dengan dana pribadi, sementara dinas-dinas yang seharusnya hadir justru diam. Ini tamparan keras bagi pemerintah daerah,” tegas Ahmad Wibisono,S.H.
KJB menilai ketidakpedulian dinas terkait sebagai bentuk pengingkaran terhadap sejarah dan budaya Nusantara. Padahal, pelestarian situs leluhur bukan sekadar kewajiban moral, melainkan amanat konstitusi dalam menjaga kebudayaan nasional.
Kesatria Jawa Bersatu secara tegas mendesak Dinas Pariwisata, Dinas Purbakala, dan pemerintah daerah Kabupaten Jombang untuk segera turun tangan, melakukan pendataan, perlindungan, dan pelestarian Petilasan Panji Asmoro Bangun secara resmi dan berkelanjutan.
“Jangan tunggu situs ini rusak atau hilang baru bergerak. Jangan biarkan pejuang budaya berjalan sendirian,” tambahnya.

KJB menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan menjaga sejarah Nusantara, serta akan mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari dinas terkait. Sejarah tidak boleh dikubur oleh kelalaian birokrasi, dan perjuangan Kang Mas M. Sakur adalah cermin keteladanan yang seharusnya dijadikan contoh, bukan diabaikan.
Team












