Ketua Komisi A Supardi DPRD Kabupaten Blora Efisiensi Anggaran Pokir Aspirasi di Kepras Habis Janji Politik Mohon Maaf Tersendat Konstituen

CyberTNI.id | BLORA,Jumat (16/1/2026) — Tak cuma pedagang kecil atau pasar yang ngaku pusing karena dagangan sepi atau cari duit susah.Ternyata kondisi pusing juga dialami pejabat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Blora.

Pusingnya 45 wakil rakyat tersebut lantaran terbiasa terima anggaran pokok pikiran (Pokir) atau aspirasi puluhan miliar jadi lenyap.

Anggaran puluhan miliar tersebut, dibagi bagi dimana tiap anggota rata rata mendapat Rp1,5 miliar. Selain itu semakin besar jabatannya (misal wakil atau ketua), semakin besar pokirnya.

Kini para politisi tersebut harus gigit jari lantaran efisiensi, sehingga anggaran syahdu tersebut terpaksa dibabat habis hingga menyentuh nol rupiah.

Ketua Komisi A, Supardi pusing tujuh keliling. Pria yang akrab disapa Mbah Pardi itu menjelaskan, pemangkasan atau efisiensi anggaran yang terjadi saat ini juga terdampak ke pihak dewan.Salah satunya anggaran pokir atau aspirasi dikepras habis.

“Potongan TKD Rp 375 miliar itu bikin kami pusing. Gak cuma OPD, Dewan malah lebih ekstrem. Pokir Rp 0,” ujarnya.

Mbah Pardi juga meminta maaf jika hal ini nantinya membuat dampak nyata ke masyarakat. Sebab, menurutnya janji-janji politik yang diharapkan masyarakat bakal tersendat.

“Ini yang kasihan ya masyarakat. Mereka kan konstituen, itu hak mereka lho. Ini malah dikepras. Jadi, mohon pengertiannya agar masyarakat tahu efisiensi ini juga berdampak ke dewan,” ujarnya.

Menurutnya, pokir itu bermanfaat bagi masyarakat. Seperti dialokasikan ke kelompok tani, jalan-jalan di desa, dan lain sebagainya yang berdampak ke masyarakat.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *