CyberTNI.id | KUNINGAN, 01 November 2025 — Masalah besar menerpa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, belum berakhir masalah DAK 2024 lalu, kini muncul kembali Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diduga keras oknum Kadisdik Calon Kuat Sekretaris Daerah (Sekda) memerintahkan lagi pungutan (Pungli) melalui pihak ketiga yang berinisial Md dan An, Konsultan yang ditunjuk Kadisdik, sebagai pengawas lapangan pekerjaan fisik DAK 2025.
Dikatakan Iwan Setiawan Ketua Mitra Intelejen Negara (MIN), kepada CyberTNI.Id, bahwa beberapa “Kepala sekolah mengatakan”, menurut Iwan, Sekolah yang mendapatkan bantuan DAK 2025, diminta setoran pungli sebesar 7% (Tujuh Persen-red), oleh oknum Konsultan, data valid sudah, “Kami, kantongi tentang Pungli tersebut, kepada Kepala sekolah yang mendapatkan bantuan DAK, hampir 39 Sekolah, baik Paud, SD dan SMP, menyangkut Setoran tersebut ketika sekolah mencairkan bantuan tahap pertama.
Ditambahkannya Iwan, untuk Paud 1 sekolah, Sekolah Dasar (SD) 34 Sekolah dan 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan mungkin ada dana tambahan yang diperuntukan untuk Pembangunan Fisik PAUD, kami akan melyangkan surat resmi terhadap lembaga hukum dalam hal ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi, pasalnya ada tendensi melakukah korupsi, tandas Iwan Tegas.
Berawal dari Kasus dugaan memperkaya diri yang dilakukan Kadisdik dan kepala sekolah menyangkut bantuan Pemerintah Pusat melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang nilainya sangat Fantastis hingga Milyaran Rupiah yang diduga ada Pungli 10 %, diperintahkan oknum Kepala Dinas U. Kusmana, S.Sos, M.Si, sekarang menjadi perbincangan elit politik di kabupaten Kuningan.
Lebih lanjut menurut Iwan, “U. Kusmana, S.Sos, M.Si, Kadisdik yang sekarang digadang-gadang Bupati Kuningan, untuk menduduki jabatan empuk menjadi Sekretaris Daerah (Sekda), sedangkan calon kuat lainnya hanya isapan jempol belaka, kedua kandidatnya, Yakni, Dr. WAHYU HIDAYAH, M.Si. dan Dr. H. DENI HAMDANI, S.Sos, Kusmana adalah orang terdekat Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, ketiga kandidat tersebut minggu depan nampaknya akan diajukan ke Gubernur Jawa Barat, untuk diputuskan dan dilantik menjadi Sekda depinitiv.

Menurut dirinya, Bupati Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si bilamana Kadisdik yang dimunculkan untuk dilantik menjadi Sekda, maka Bupati terlalu berani, karena Kadisdik masih banyak masalah tentang Pungli, sehingga, “Kami, tidak akan mundur dan gentar bilamana tetap diajukan dan dilantik menjadi Sekda, Kausnya tetap akan berjalan, tandasnya
Maaf mas, “Mas, masalah ini tidak ada muatan politik dan muatan tendensius dari siapapun, pasalnya ketika kadisdik calon kuat Sekda yang mampu menjalankan roda kepemimpinan Kabupaten Kuningan menurut Bupati tersebut, justru Kadisdik menurut ” Kami, tidak layak menjadi Sekda karena banyak masalah yang harus diselesaikan dilapangan, “Kami, yakin Pa Bupati harus transparan bila memilih Calon Sekda bukannya hanya orang terdekatnya, tuturnya.
Ditempat terpisah, CyberTNI.Id konfirmasikan hal kebenaran dilapangan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, H. U. Kusmana, S.Sos, M. Si melalui telephon genggamnya tidak pernah menjawab, baik melalui Whatshap atau SMS, dan yang anrhnya ketika konfirmasi ke Krpala Bidang Pendidikan Menengah, saat dihubungi langsung di rijek.(MOCH MANSUR)












