KPK Ungkap Dugaan Aliran Dana OTT Bupati Cilacap ke Aparat Penegak Hukum

CyberTNI.id | JAKARTA,Senin (16/3/2026) —
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mengejutkan dalam pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya. Lembaga antirasuah itu menduga uang hasil pemerasan dalam kasus tersebut turut mengalir ke unsur penegak hukum di daerah.

Dugaan tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa 27 orang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut. Untuk menghindari konflik kepentingan, pemeriksaan sengaja tidak dilakukan di Cilacap, melainkan dipindahkan ke Banyumas.

Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan keputusan itu diambil setelah penyidik memperoleh informasi adanya aliran dana yang diduga masuk ke lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dari hasil pemeriksaan dan informasi yang kami kumpulkan, ada indikasi uang tersebut sudah berada di Forkopimda, salah satunya adalah Polres,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta

Temuan ini membuat KPK memilih langkah tegas dengan memindahkan lokasi pemeriksaan guna menjaga independensi proses hukum dan mencegah potensi intervensi dari pihak yang diduga terkait.

Kasus OTT ini tidak hanya menyeret kepala daerah, tetapi juga membuka kemungkinan keterlibatan aktor lain dalam lingkar kekuasaan daerah. KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut.

Jika terbukti, kasus ini berpotensi memperluas skandal korupsi di daerah dan menyeret lebih banyak pejabat yang berada dalam struktur pemerintahan maupun aparat penegak hukum setempat.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *