CyberTNI.id | JOMBANG,Selasa 07/04/2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan Panen Raya Padi yang digelar PT Saprotan Utama Nusantara di Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang,Kegiatan ini mencatat capaian produktivitas tinggi hingga 12 ton gabah per hektare, angka yang dinilai melampaui rata-rata produksi padi nasional.
Panen raya tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus memperlihatkan keberhasilan kolaborasi antara perusahaan penyedia sarana produksi pertanian, pemerintah, serta para petani dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian.
Sejumlah pejabat dan unsur stakeholder turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Jombang perwakilan,Dandim Jombang, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang, Komisi IV DPR RI, KTNA Provinsi Jawa Timur,
Umi Salamah Camat Megaluh,KTNA Kabupaten Jombang, perwakilan KTNA Kabupaten Ngawi dan Jember, serta Dyah Kusnowati Kepala Desa Pacar Peluk bersama masyarakat dan kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, perwakilan PT Saprotan Utama Nusantara menyampaikan permohonan maaf karena pimpinan perusahaan belum dapat hadir secara langsung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari program lomba peningkatan produktivitas padi yang telah memasuki pelaksanaan ke-7 di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut dirancang sebagai bentuk dukungan nyata sektor swasta terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas strategis tanaman pangan.
“Melalui program ini kami ingin memberikan motivasi sekaligus pendampingan kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas minimal mencapai 10 ton per hektare,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil panen hingga 12 ton per hektare yang dicapai di Desa Pacar Peluk menjadi bukti bahwa peningkatan produksi bukan hal mustahil apabila petani menerapkan teknik budidaya yang tepat dan menggunakan sarana produksi secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa rata-rata produktivitas sebelumnya di sejumlah wilayah masih berada di kisaran 7 ton per hektare. Dengan peningkatan hingga 10 ton bahkan lebih, petani berpotensi memperoleh keuntungan ekonomi yang jauh lebih besar.
“Kenaikan produktivitas secara langsung meningkatkan pendapatan petani. Ini bukan sekadar angka produksi, tetapi menyangkut kesejahteraan keluarga petani,” jelasnya.
Penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan pupuk subsidi yang tepat sasaran, serta pemanfaatan produk saprotan secara efisien disebut menjadi faktor utama keberhasilan peningkatan hasil panen tersebut.
Kegiatan panen raya ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil proses panjang yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi kepada kelompok tani, pelatihan teknis, pendampingan intensif di lapangan, hingga evaluasi hasil produksi.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan petani memahami praktik pertanian efektif, mulai dari pemilihan benih unggul, pola tanam, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, produktivitas pertanian tidak hanya meningkat dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
PT Saprotan Utama Nusantara menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, penyuluh pertanian, dan petani sebagai pelaku utama sektor pangan.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pertanian modern, termasuk perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta kebutuhan pangan yang terus meningkat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin disempurnakan agar target minimal 10 ton per hektare dapat tercapai secara luas di berbagai daerah,” tambahnya.
Suasana panen raya berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para petani tampak optimistis melihat hasil panen yang meningkat signifikan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pertanian di wilayah Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi, pendampingan berkelanjutan, serta kerja sama semua pihak, peningkatan produktivitas padi diyakini mampu memperkuat kemandirian pangan Indonesia di masa mendatang.
(to)












