CyberTNI.id | Polkam, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong sinergitas antar Kementerian dan Lembaga dengan menyelenggarakan rapat koordinasi menjaga kerukunan umat beragama dan pemajuan kebudayaan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Kehidupan keberagaman di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika sosial, perkembangan teknologi, perubahan perilaku generasi muda, serta meningkatnya tantangan global seperti krisis iklim dan geopolitik yang terkadang menimbulkan perbedaan tafsir yang berpotensi memunculkan konflik bila tidak dikelola dengan baik.
Belum lagi dengan perkembangan teknologi saat ini, yang menciptakan ruang interaksi keagamaan dan interaksi budaya tidak lagi berlangsung pada dimensi ruang dalam goemetri fisik, tetapi merambah ke ruang digital, media sosial, platform kecerdasan artifisial atau AI, dan jejaring global yang membentuk identitas serta praktik keberagaman.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Kesatuan Bangsa, Kedeputian Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Cecep Agus Supriyanta dan dihadiri perwakilan dari kementerian dan lembaga (K/L) terkait. “Kerukunan umat beragama merupakan prasyarat terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.” ujar Cecep.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa, dinamika sosial, perkembangan teknologi informasi, serta potensi polarisasi identitas berbasis agama dan budaya menuntut pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis data. Oleh karena itu, penguatan kerukunan umat beragama dan pembangunan kebudayaan tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh Kementerian/Lembaga sesuai tugas dan kewenangannya.
“Melalui Rapat Koordinasi ini dapat memunculkan sinergi yang berguna secara produktif, terbuka, dan solutif. Mari kita perkuat komitmen dan kerja bersama, karena keberhasilan menjaga kerukunan, dengan menguatkan moderasi beragama, dan memajukan kebudayaan adalah fondasi utama bagi masa depan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan bermartabat.” tambah Cecep.
Pimum












