CybeTNI.id |MAGETAN,Senin (30/3/2026) —Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan Provinsi Jawa timur didirikan pada 1950 oleh KH. Kholid Umar (Kyai Mahmud) dari akar halakah pengajian 1912.
Dikenal sebagai pusat Jamaah Tabligh terbesar di Asia Tenggara, ponpes ini kini memiliki ribuan santri (termasuk asing) dari berbagai penjuru, bertransformasi dari pondok salaf menjadi sentra dakwah.
Sejarah dan Pendirian
Awal Mula: Dimulai dari halakah pengajian oleh K.H. Shiddiq pada tahun 1912.
Pendirian Resmi: Pada tahun 1950, K.H. Kholid Umar atau Kyai Mahmud, bersama K.H. Ahmad Shodiq, mengubah halakah tersebut menjadi pesantren salaf yang berorientasi Nahdlatul Ulama (NU).

Perkembangan: Madrasah Ibtidaiyah (MI) didirikan tahun 1965, diikuti Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1967, dan kemudian dipecah menjadi MTs dan MA pada 1985.
Perkembangan menjadi Pusat Jamaah Tabligh
Masuknya Jamaah Tabligh: Pada era 1980-an, khususnya setelah kunjungan dari Pakistan, pesantren ini mulai mengadopsi amalan dan dakwah Jamaah Tabligh.
Orientasi: Meskipun awal-nya berafiliasi dengan NU, kini Al-Fatah dikenal sebagai pusat penyebaran ideologi dan kegiatan Jamaah Tabligh di Indonesia.
Ciri Khas: Menekankan pada dakwah non-politis, menghidupkan masjid, dan gaya hidup mencontoh Rasulullah SAW (sunnah), serta memiliki fasilitas seperti lapangan memanah dan pacuan kuda.
Kondisi Saat Ini
Lokasi: Terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, yang dikenal luas sebagai “Kampung Madinah”.
Santri: Memiliki puluhan ribu santri dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Pendidikan: Memadukan konsep tabligh dengan pendidikan pesantren, termasuk kajian kitab-kitab klasik.
Saat ini, pesantren dipimpin oleh KH. Ubaidillah Ahror dan menempati lahan seluas kurang lebih 50 hektar.
(Nang)












