CyberTNI.id|JAKARTA,Senin(6/4/2026) — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti potensi pemborosan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan mencapai 1,4 juta ton makanan terbuang setiap tahun. Estimasi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas distribusi serta efisiensi penggunaan anggaran negara dalam program prioritas tersebut.
Berdasarkan perhitungan sederhana, apabila satu porsi MBG diasumsikan setara 1 kilogram, maka terdapat sekitar 1,4 miliar porsi makanan yang tidak termanfaatkan. Dengan estimasi harga rata-rata Rp10.000 per porsi-belum termasuk biaya produksi, distribusi, dan operasional-potensi nilai anggaran yang terbuang mencapai sekitar Rp14 triliun per tahun.
Temuan ini memicu pertanyaan mengenai mekanisme perencanaan kebutuhan, pengawasan distribusi, serta sistem evaluasi program MBG agar tepat sasaran dan meminimalkan food waste. Pengelolaan rantai pasok, akurasi data penerima manfaat, hingga pola konsumsi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan program.
Sejumlah pihak menilai, optimalisasi pengawasan dan transparansi diperlukan untuk memastikan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.
(Nang)












