CyberTNI.id |RUSIA, Rabu (7/1/2026) — Dalam sebuah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi tonggak penting dalam dinamika geopolitik global, koalisi lebih dari 40 negara bersama para pemimpin dunia secara tegas menyerukan pembebasan segera Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Apa yang awalnya berupa pernyataan diplomatik kini berkembang menjadi gelombang protes global. Sejak pagi hari, media sosial dibanjiri gambar dan video demonstrasi besar-besaran di berbagai ibu kota dunia.
Massa turun ke jalan menyuarakan dukungan terhadap kedaulatan Venezuela dan kepemimpinan yang mereka anggap sah.
Solidaritas Internasional Tanpa Batas
Dukungan internasional terus meluas dan bersifat lintas kawasan. Negara-negara besar dan sekutu strategis seperti Rusia, China, Iran, dan Korea Utara mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam segala bentuk tindakan terhadap Presiden Venezuela.
Dukungan tersebut diperkuat oleh negara-negara Amerika Latin seperti Kuba, Meksiko, Brasil, Kolombia, dan Bolivia, membentuk barisan regional yang solid.
Gelombang solidaritas ini juga merambah Eropa, dengan aksi-aksi yang dilaporkan terjadi di Spanyol, Portugal, dan Yunani. Sementara itu, di kawasan Timur Tengah dan Asia, mobilisasi massa juga tercatat di Suriah, Turki, India, dan Vietnam.
Bahkan di Chile dan Uruguay, muncul aksi publik yang menuntut penghormatan terhadap tatanan konstitusional Venezuela.
(Nang)












