Sedekah Bumi Desa Marmoyo Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Punden Mbah Marmoyo

CyberTNI.id | JOMBANG — Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar dengan penuh khidmat dan kemeriahan oleh masyarakat Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, pada Senin (13/04/2026). Kegiatan budaya tahunan ini menjadi momentum penting sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.

Sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, ribuan warga Desa Marmoyo telah memadati kawasan Punden Mbah Marmoyo yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Tradisi sakral tersebut dihadiri langsung Camat Kabuh bersama jajaran Forkopimcam Kabuh, Kepala Desa Marmoyo Sudarwati beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga.

Kepala Desa Marmoyo, Sudarwati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, hasil panen, serta keberkahan yang diberikan kepada desa.

“Sedekah Bumi ini menjadi warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga memperkuat persatuan dan gotong royong masyarakat Desa Marmoyo,” ujarnya.

Suasana semakin semarak saat iring-iringan warga membawa berbagai hasil bumi menuju lokasi punden. Aneka bekal berisi jajanan tradisional, buah-buahan, hingga hasil panen pertanian diarak bersama dari bawah menuju area atas Punden Mbah Marmoyo.

Prosesi tersebut menjadi daya tarik utama. Setibanya di lokasi punden, warga langsung mengikuti tradisi rebutan berkah hasil bumi. Tradisi “rebutan” ini justru menjadi momen paling ditunggu masyarakat karena diyakini membawa keberuntungan dan keberkahan.

“Memang sengaja dibuat rebutan, di situlah keseruannya. Semua warga senang dan merasa ikut memiliki tradisi ini,” ungkap salah satu warga yang turut mengikuti prosesi.

Selain prosesi adat, kegiatan juga diisi doa bersama yang dipimpin tokoh agama sebagai bentuk permohonan keselamatan, kemakmuran, serta harapan agar Desa Marmoyo tetap tenteram dan sejahtera.

Memasuki malam hari, rangkaian Sedekah Bumi dilanjutkan dengan hiburan rakyat berupa pagelaran Ludruk Budi Wijaya khas kesenian Jombang yang digelar di depan Balai Desa Marmoyo. Pertunjukan tersebut disambut antusias masyarakat dari berbagai dusun bahkan warga desa sekitar yang turut hadir menikmati hiburan budaya tradisional.

Pagelaran ludruk menghadirkan cerita penuh pesan moral, humor khas Jawa Timur, serta kritik sosial yang menghibur sekaligus mendidik masyarakat. Suasana kebersamaan terasa kuat ketika warga dari berbagai usia berkumpul menikmati pertunjukan hingga larut malam.

Camat Kabuh dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Marmoyo yang mampu menjaga tradisi budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, Sedekah Bumi bukan hanya kegiatan adat, tetapi juga potensi budaya dan wisata desa yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kebersamaan sosial masyarakat.

Seluruh rangkaian acara Sedekah Bumi Desa Marmoyo berlangsung meriah, tertib, aman, dan lancar. Tradisi tahunan ini kembali membuktikan bahwa nilai gotong royong, kearifan lokal, serta budaya leluhur masih terjaga kuat di tengah masyarakat Kabupaten Jombang.

Dengan semangat kebersamaan yang terus diwariskan, Sedekah Bumi Desa Marmoyo diharapkan tetap menjadi simbol rasa syukur, persatuan warga, serta pelestarian budaya lokal bagi generasi mendatang.
(to)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *