Tim Penyidik Kejari Ponorogo geledah kantor Dinsos PPPA dokumen Korupsi di Sapu bersih

CyberTNI.id | PONOROGO – Selasa (16/12/2025)
kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kabupaten Ponorogo provinsi jawa timur.

Kedatangan tim Penyidik Kejari Ponorogo yang pulang membawa “oleh-oleh” tidak main-main: satu mobil Grand Max penuh sesak berisi dokumen sitaan.

​Penggeledahan selama 1,5 jam di ruang Bidang Linjamsos serta Bidang Fakir Miskin ini membuka mata kita kembali pada sebuah realitas pahit. Bahwa dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos)—hak mereka yang paling membutuhkan—masih saja menjadi lahan basah bagi oknum tak bertanggung jawab.

Penyakit Lama yang Menjadi “Biasa”

​Jujur saja, jika bicara soal korupsi, rasanya kita tidak sedang membicarakan hal baru. Praktik amis ini seolah sudah ada sejak dahulu kala, mengakar kuat layaknya budaya yang salah kaprah. Mulai dari tingkat terendah hingga pejabat tertinggi, “mengambil sedikit” atau “memainkan anggaran” seakan dianggap hal yang lumrah dan biasa.

​Selama ini, mungkin banyak yang diam atau pura-pura tidak tahu. Namun, angin perubahan di Ponorogo tampaknya mulai berhembus kencang.
​Efek Domino OTT

​Langkah tegas Kejari Ponorogo yang dipimpin Zulmar Adhy Surya ini sepertinya bukan gerakan acak. Momentum ini terasa sangat kuat semenjak penetapan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan beberapa pejabat lainnya. Peristiwa itu seolah menjadi shock therapy sekaligus pembuka kotak pandora.

​Tindakan Kejari yang mulai “bersih-bersih” di Dinas Sosial ini bisa jadi hanyalah permulaan.

 

Publik kini bertanya-tanya dan menanti: Siapa giliran selanjutnya?

​Bukan tidak mungkin, sapu bersih ini akan menyasar dinas-dinas lain yang mengelola anggaran besar. Atau bahkan, penyelidikan ini akan merembet ke bawah, menelusuri aliran dana hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Sebab, dalam kasus bansos, rantai distribusinya panjang dan celah kebocorannya bisa ada di mana saja.

 

Harapan akan Efek Jera

​Kita tentu mengapresiasi keberanian korps Adhyaksa yang membawa berbox-box dokumen sitaan tersebut. Namun, di balik tumpukan kertas di dalam mobil Grand Max itu, terselip harapan besar masyarakat Ponorogo.

​Semoga ini bukan sekadar gimmick penegakan hukum. Kita berharap praktik korupsi yang sudah menahun ini benar-benar bisa ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Rentetan kejadian ini mulai dari OTT pejabat tinggi hingga penggeledahan dinas memberikan efek jera yang nyata.​Agar ke depan, tidak ada lagi yang berani main-main dengan uang rakyat.
(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *