TNI Buka Ruang Belajar Kebangsaan Bagi Anak Usia Dini Di Trenggalek

CyberTNI.id | Trenggalek – Markas Kodim 0806/Trenggalek menjadi ruang belajar terbuka bagi puluhan peserta didik RA Pudji Hardjo Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Selasa (16/12/2025). Melalui kegiatan outing class, TNI kembali menegaskan komitmennya mendukung dunia pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai Wawasan Kebangsaan sejak usia dini.

Di bawah cuaca cerah dan suasana penuh keceriaan, anak-anak tampak antusias saat memasuki lingkungan markas militer. Suasana yang awalnya terasa asing berubah menjadi menyenangkan berkat sambutan hangat para prajurit TNI, sekaligus menjadi pengalaman edukatif yang berkesan bagi peserta didik.

Kodim 0806/Trenggalek menurunkan salah satu prajurit andalannya, Pelda Suwoto, untuk memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Dengan pendekatan komunikatif, sederhana, dan interaktif, Pelda Suwoto mampu menyulap materi kebangsaan menjadi mudah dipahami oleh anak-anak.

Materi Wasbang disampaikan melalui permainan, dialog ringan, serta contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dikenalkan pada simbol negara, nilai kebersamaan, serta pentingnya saling menghormati, sehingga suasana belajar berlangsung cair tanpa menghilangkan esensi pendidikan karakter.

Pelda Suwoto menegaskan bahwa TNI akan terus hadir mendukung pembentukan karakter generasi muda, khususnya anak usia dini. Menurutnya, pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu ditanamkan sejak awal sebagai dasar pembentukan sikap disiplin dan cinta tanah air.

“TNI akan terus hadir mendukung pembentukan karakter generasi muda, khususnya anak usia dini. Pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu ditanamkan sejak awal sebagai dasar membangun sikap disiplin dan cinta tanah air,” ujar Pelda Suwoto.

 

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Komandan Kodim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si. Ia menegaskan bahwa TNI melalui satuan komando teritorial selalu membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan dalam penguatan wawasan kebangsaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung dunia pendidikan. Kami ingin anak-anak mengenal nilai kebangsaan sejak dini dengan cara yang menyenangkan,” ujar Letkol Roy.

Bagi RA Pudji Hardjo, kegiatan outing class ini menjadi pengalaman belajar yang berharga. Interaksi langsung dengan lingkungan militer memberikan wawasan baru sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian anak-anak.

Kepala Sekolah RA Pudji Hardjo, Siti Asiah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0806/Trenggalek atas dukungan dan fasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas sangat efektif dalam memperluas pemahaman peserta didik.

“Dengan mengenal instansi militer dan mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan secara langsung, anak-anak dapat memahami pentingnya pendidikan karakter dan cinta tanah air sejak dini,” kata Siti Asiah.

Kegiatan outing class ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan. Dari Trenggalek, pesan kebangsaan ditanamkan sejak dini, bahwa membangun kecintaan terhadap Indonesia dapat dimulai dari langkah sederhana melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Team
[16/12, 19.41] P Wibi: Negara Hadir Memuliakan Pahlawan; Refleksi Hari Juang TNI AD

Makassar – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Acara Sarasehan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD, yang mengusung tema “Diponegoro dan Hari Juang TNI AD, Negara Hadir Memuliakan Pahlawannya”, bertempat di Balai Pertemuan Hasanuddin (BPH) Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Selasa, (16/12/2025).

Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa Sarasehan ini menjadi momentum untuk mengenang kegigihan, patriotisme, serta nilai-nilai luhur pengabdian para pahlawan kusuma bangsa seperti Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf, dan Pangeran Diponegoro. Nilai-nilai keteladanan para pahlawan diharapkan terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi dalam menjaga persatuan, keutuhan, dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Sulsel, MUI, FKUB, PWI, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, serta Raden Hamzah Diponegoro ini, berlangsung interaktif dengan memberikan ruang dialog yang membahas tindak lanjut usulan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memindahkan makam Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro ke Semarang, Jateng atas restu rakyat Sulsel. Sarasehan berlangsung sangat produktif dan terbuka, Pangdam sangat menghargai dukungan dari Alim Ulama, akademisi, sejarawan, LSM dan pemda serta mahasiswa.

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *