CyberTNI.id | CIREBON, 04-03-2026 – Isu dugaan skandal “uang ketuk palu” dalam pembahasan APBD Kabupaten Cirebon 2026 kian mencuat. Seorang aktivis di Kabupaten Cirebon melaporkan dugaan suap yang melibatkan oknum anggota DPRD setempat, kata Zaky kepada CyberTNI.id.
Nama Zeki turut disebut-sebut dalam isu tersebut. Ia dituding menerima uang dari seseorang yang dikenal sebagai Boy, yang disebut sebagai koordinator lapangan saat audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pekan lalu. Menanggapi hal itu, Zeki membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menerima suap maupun menghentikan langkah hukum terkait dugaan skandal APBD 2026.
“Saya tidak pernah menerima suap seperti yang dituduhkan. Kami sudah membuat laporan ke KPK RI dan tinggal menunggu proses hukum selanjutnya,” ujar Zeki saat dikonfirmasi, Rabu (04/03), di Mako Polresta Cirebon Kota. Zeki juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila ada panggilan resmi dari kepolisian atas laporan yang dibuat oleh Wartono.
“Saya siap memberikan keterangan jika ada panggilan resmi. Kalau memang ada bukti-bukti soal terjadinya suap itu, silakan dibuktikan. Jika ada tim saya yang menerima, itu menjadi tanggung jawab yang bersangkutan dan pemberinya, dalam hal ini oknum anggota dewan,” tegasnya.
Ia menilai, mencuatnya isu tersebut justru dapat mempercepat proses hukum agar dugaan skandal APBD Kabupaten Cirebon menjadi terang dan jelas. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Cirebon terkait tudingan dugaan suap tersebut.
Masih menurutnya Kasus ini menjadi perhatian publik di tengah proses pembahasan anggaran daerah tahun 2026. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
(MOCH MANSUR)












