CyberTNI.id | Jakarta,5 Januari 2026 — Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Penjernihan Air terus menunjukkan komitmen pengabdian nyata kepada negara dalam menjawab persoalan krisis air bersih yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaan tugas ini, UNHAN RI bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghadirkan solusi teknis berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya melalui pemasangan sistem penjernihan air menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat pada masa-masa kritis pemenuhan kebutuhan dasar.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 24 kadet mahasiswa UNHAN RI sebagai personel inti Satgas, yang berasal dari dua fakultas berbeda sebagai bentuk kolaborasi lintas keilmuan. Dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) melibatkan program studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Informatika, dan Rekayasa Sumber Daya Air, sedangkan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Pertahanan (FMIPA) melibatkan program studi Fisika dan Kimia. Kegiatan ini juga didampingi oleh tiga dosen UNHAN RI, yaitu Diyan Parwatiningtyas, S.Si., M.T., M.Sc., Ir. Ricky Harianja, S.T.P., M.T. dan Ir. Pungky Dharma Saputra, S.T., M.Si.(Han), M.T., CST, IPM., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng. Seluruh kegiatan berada di bawah komando Dansatgas Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah, M.Han.

Satgas Penjernihan Air UNHAN RI menargetkan pemasangan sistem RO di 100 titik lokasi secara bertahap. Hingga laporan terakhir, telah terpasang dan terhimpun sebanyak 21 titik sistem RO, yang berarti progres kegiatan telah mencapai sekitar 21 persen dari target keseluruhan. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen unit telah beroperasi penuh, sementara sisanya berada pada tahap penyempurnaan teknis ringan seperti pengeboran sumber air baku. Seluruh unit yang telah terpasang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, serta satuan TNI, dan dinyatakan operasional serta layak pakai.
Pimum












