Menghargai Euforia Rakyat Indramayu, Demo FPI Kembali Diundur

CyberTNI.id | INDRAMAYU– Forum Peduli Indramayu (FPI) kembali membatalkan rencana aksi unjuk rasa, Kamis besok (12/2) ke kantor Pendopo Pemkab Indramayu.

Pembatalan ini dipastikan setelah Kordum FPI, Masdi di dampingi Korlap Demo, Asmawi Day dan Bang Iful menandatangani surat pembatalan aksi (mundur) di Mapolres Indramayu, Rabu malam (11/2) pukul 20.44 WIB.

Mundurnya aksi unjuk rasa ini dengan alasan menghargai euforia (perasaan gembira) rakyat Indramayu yang akan menyaksikan pelantikan Kuwu terpilih, Kamis (12/2) siang di Pendopo.

“Atas berbagai pertimbangan, kami memutuskan mengundurkan jadwal demo FPI. Pembatalan demo sebagai bentuk kepedulian kami pada Rakyat Indramayu yang euforia atas pelantikan Kuwu terpilih yang bentrok dengan jadwal demo FPI. Ini tulus sebagai bentuk kepedulian kami,”kata Kordum Masdi usai memberikan surat pembatalan di Mapoles Indramayu.

Dibeberkan Masdi, pembatalan ini merupakan keputusan bulat semua Korlap karena satu itikad menjaga kondusivitas kota mangga, dan bentuk nyata kepedulian FPI kepada rakyat kota mangga yang sedang bahagia menyambut dilantiknya Kepala Desa atau Kuwunya yang terpilih.

“Mundur ini sifatnya sementara. Kami tetap akan melakukan unjuk rasa dalam waktu dekat, dengan tuntutan agar keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Salman dicopot dari jabatnnya, dan pulang ke daerah asal Madura,” tegas Masdi.

Sementara itu, perwakilan koordinator lapangan Asmawi Day dan Bang Iful menegaskan, aksi turun ke jalan untuk menyuarakan pencopotan Stafsus Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi, masih teragendakan sebagai prioritas gerakannya.

“Selama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, dalam hal ini Bupati Lucky Hakim belum menyetujui tuntutan FPI mencopot Stafsus Salman, pihaknya akan tetap menggelar unjuk rasa di pendopo,” kata aktivis, Asmawi Day.

Namun, waktu demo yang sedianya digelar Kamis (12/2) dimundurkan mengingat ada pelantikan Kuwu terpilih.

“Persiapan kami sudah matang. Banner, spanduk, dan perangkat demo lainnya sudah dipersiapkan. Kita tinggal eksekusi hari Kamis untuk menggelar demo dengan tuntutan mengusir Stafsus Salman dari Bumi Wiralodra. Tuntutan kami sederhana, copot jabatan Stafsus Salman karena sudah bikin gaduh warga Indramayu,” tambah Iful, sambil menegaskan surat perubahan waktu demo dan pemberitahuan izin ke Polres Indramayu segera di umumkan publik.

Menurut Iful, unjuk rasa ini menyikapi keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi, yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan di Bumi Wiralodra atas sikap dan kebijakannya yang melampaui kewenangan dan tugas pokok serta fungsinya sebagai stafsus.

Ditambahkan Iful, keresahan yang menyebar di dunia maya maupun di kantor-kantor pemerintahan dipicu oleh kebijakan pengangkatan staf khusus oleh Bupati Indramayu. Kewenangan seorang stafsus kami nilai telah melebihi tugas pokok dan fungsinya, ditambah dengan ucapan yang menimbulkan kegaduhan bagi Wong Reang yang merasa memiliki Bumi Wiralodra.

Oleh karena itu, kami tidak akan mentolerir, dan aliansi rakyat Indramayu yang tergabung dalam FPI tetap akan melakukan aksi damai terkait terkoyaknya Bumi Wiralodra oleh ulah Stafsus Bupati, Salman.

“Kami tetap seperti awal, satu tujuan dan satu titik berorasi di depan Pendopo untuk menyuarakan agar Salman dicopot, mereka sudah bikin gaduh dan memancing amarah rakyat Indramayu,” jelas Iful tegas. (Cho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *