CyberTNI.id| MADIUN,Sabtu (25/4/2026) — Kita sebagai Keluarga besar petani sangat mendukung program swasembada gula nasional.
Dengan beberapa program bantuan ke petani seperti bibit dan biaya garap bongkar ratoon sudah awalan yang bagus tapi eksekusi/realisasi di lapangan masih jauh dari sempurna mohon bisa dibenahi untuk tahun 2026 ini.
Ranu dan Ranimun Petani tebu Prihatin dan kecewa dengan harga awalan buka giling 2026 beberapa Pabrik Gula yang sangat rendah dibawah 70 rb/kuintal.
Petani dipastikan akan merugi, bertani tebu itu harus menunggu 1 tahun baru bisa panen. Sudah menunggu lama, rugi pula. Udah jatuh ,tertimpa tangga.
Lahan sewa semakin mahal, biaya garap tiap tahun naik,Upah tenaga kerja Bop ke blora, cepu,Wonogiri, Purwantoro biaya Operasional sangat besar,BBM naik angkat angkut makin mahal, harga pupuk non subsidi tak terjangkau harganya,jatah pupuk subsidi utk komoditas tebu tidak mencukupi jumlahnya belum lagi management penerimaan tebu ada kesenjangan harga antara tebu lokal dalam kota vs luar kota, dimana tiap tahun selalu terjadi angkutan tebu saling crossing antar kota. Yang petani kota A jual ke PG kota B,petani kota B kirim ke PG kota C , petani kota C kirim ke PG kota A dan seterusnya..kacau sekali jadinya.
Kami meminta Presiden Prabowo Subianto segera
1.Benahi program yang sudah bagus (bantuan bongkar ratoon) agar realisasi di lapangan bisa sesuai target.
2. Buat regulasi harga minimal tebu petani di atas 100 rb/kuintal.
3. Utamakan supply tebu petani lokal yang se kota dengan masing-masing PG dan harga yang kompetitif.
4. Turunkan harga jual pupuk non subsidi agar terjangkau, permudah petani mendapatkan pupuk subsidi dalam rdkk dalam jumlah yang seharusnya sesuai luasan lahan masing- masing komoditas.
5. Masifkan program bantuan alat pertanian untuk petani, seperti hand tracktor, drone pertanian, dll. Tiap koperasi merah putih tiap desa bisa untuk menyewakan ke petani di sekitarnya
6. Buat tenaga PPL tiap desa untuk lebih berdaya untuk mendampingi petani untuk bisa meng akses program-progam pemerintah.
7. Buat program revitalisasi PG pemerintah agar lebih produktif.
8. Perbanyak lahan garapan untuk petani, permudah akses sewa utk lahan2 HGU pemerintah untuk rakyat.
Presiden Prabowo Subianto ,petani indonesia sudah jauh tertinggal di bandingkan negara tetangga seperti Thailand dll.
Semoga Allah mudahkan bapak bisa mensejahterakan petani Indonesia khususnya petani tebu..
Ttd,
Petani Tebu Rakyat Indonesia.
(Nang)












