Harga Minyak dan Plastik Naik, Pengusaha Kerupuk Madiun Terjepit Biaya Produksi

CyberTNI.id|MADIUN,Sabtu (25/4/2026) — Pembuat kerupuk di Kabupaten Madiun merasakan dampak lonjakan harga minyak goreng dan plastik dalam sebulan terakhir. Pasalnya, naiknya harga minyak goreng dan plastik menjadikan ongkos produksi kerupuk melesat tinggi.

Linawati, salah pelaku UMKM pembuat kerupuk di Desa Mojopurno Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur, mengeluhkan tingginya kenaikkan harga minyak goreng dan plastik kemasan. “Sebulan lalu harga minyak goreng masih Rp 17.000 per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp 21.000 per kilogramnya,” kata Lina

Tak hanya itu, harga plastik kemasan membumbung tinggi. Harga plastik naik dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 52.000 per kilogram. Selain minyak dan plastik, menurut Lina, harga tepung kanji juga ikut naik dari Rp 79.000 per sak menjadi Rp 89.000 per sak.

Untuk menjaga pasaran produknya, Lina belum berani menaikkan harga kerupuknya. Terlebih saat ini persaingan usaha kerupuk makin ketat di pasaran.

“Kalau kami menaikkan harga, pasarannya belum naik tentu kami berani menaikkan harga. Apalagi pembuat kerupuk tidak hanya satu. Pesaing banyak,” ujar Lina.

Agar ongkos produksi tidak boros, Lina menyiasati ketebalan kerupuk yakni dikurangi dari 2 mm menjadi 1,5 mm. Harapannya produksinya tetap terus berjalan meski harga bahan baku terus naik.

“Kami siasati agar produksi terus berjalan dengan mengecilkan ukurannya. Kalau mengurangi isi, kami khawatir akan merugikan pembeli,” kata Lina.

Dalam sehari Lina, mampu memproduksi kerupuk jenis Bandung dua kuintal per hari. Sementara rambak kurang dari satu kuintal per hari. Untuk pasarannya, Lina menjualnya di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun sekitar.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *