crossorigin="anonymous">

Mualem Tegaskan Revisi UUPA Demi Cegah Konflik Aceh di Masa Depan

CyberTNI.id | Aceh — Gubernur Aceh,Muzakkir Manaf Alias Mualem menegaskan,bahwa revisi undang undang no 11 tahun 2026 tentang pemerintahan Aceh atau UUPA beetujuan untuk mencegah potensi konflik tanah rencong dimasa depan.

Menurut Mualem,revisi UUPA ini merupakan kewenangan pemerintah Aceh sebagai mana yang tertuang MoU Helsinki.

“kalau tidak diberikan,kita tidak bisa berbuat apa – apa.revisi UUPA ini untuk menghindari potensi konflik Aceh dimasa depan,”ujar Mualem dalam rapat bersama tim pembahas revisi UUPA dari pemerintah Aceh dan DPRA dikantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) dijakarta minggu 24 mei 2026.

Diskusi tersebut dilaksanakan sehari menjelang Rapat Dengar Pendapat (RDP)baleg DPR-RI dan DPRA,di ruang rapat baleg DPR – RI senin 25 mei 2026.

Dalam rapat itu,Mualem juga meminta tim pembahas UUPA untuk bersama sama fokus pada keberlanjutan Dana Otonomi Khusus ( OTSUS ) Aceh yang akan berakhir pada 2027 mendatang.

“Kita harapkan disetujui Dana Otsus Aceh sebesar 2,5%,atau minal sama dengan papua,”tegas Mualem.

Diketahui,dalam rapat dijakarta ini,Mualem memanggil seluruh tim pembahas.

Dari DPRA,hadir langsung ketua DPRA,Zulfadhli alias Abang Samalanga beserta seluruh anggota DPRA.

Dari pemerintah Aceh,juga hadir langsung wakil Gubernur Aceh,Fadhlullah (Dek Fadh),Sekretaris Daerah (Sekda)Aceh,M.Nasir,serta Juru Bicara Pemerintah Aceh,Dr Nurlis Effendi dan Teuku Kamaruzzaman ( Ampon man).

Seluruh Tim diboyong kejakarta untuk memperkuat diskusi dengan DPRA.

“kita memanggil mereka agar berada pada sudut pandang yang sama,”kata Mualem.

Mengenai kewenangan Pemerintah Aceh dan Dana Otsus Aceh, Wagub Fadhlullah memiliki pandangan yang sama dengan Mualem.

Ia yakin Pemerintah Pusat bakal mengabulkan Otsus Aceh diperpanjang.

Saya yakin Dana Otsus Aceh akan dipenuhi oleh Pemerintah Pusat,”katanya.

Dek Fadh menekankan bahwa cara komunikasi yang baik pasti akan membuahkan hasil terbaik.

Tak hanya itu,dalam pembahasan UUPA ini ia meminta agar ikut melibatkan kampus kampus dan komponen Masyarakat Aceh.

“Sehingga mencerminkan aceh secara lebih luas,”ujarnya.

 

Eka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *