CyberTNI.id|MADIUN,Minggu (21/6/2026) — Nama Sesar Kendeng kembali ramai dibicarakan. Jalur patahan aktif di Jawa Timur ini memang tercatat pernah memicu sejumlah gempa merusak di masa lalu.
Data historis mencatat, aktivitas Sesar Kendeng pernah mengguncang Mojokerto, Jombang, Madiun, hingga Surabaya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Artinya, wilayah Madiun memang dilintasi jejak patahan tua ini.
Meski begitu, BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Potensi gempa Magnitudo 6–7 yang tercantum dalam kajian nasional adalah Skenario terburuk untuk perencanaan mitigasi. Itu bukan prediksi bahwa gempa besar akan segera terjadi di Madiun.
“Skenario M6-7 itu untuk hitung-hitung kekuatan bangunan, jalur evakuasi, dan kesiapan BPBD. Bukan ramalan,” tegas BMKG dalam rilisnya.
Kondisi Terkini Sesar Kendeng:
Saat ini aktivitas Sesar Kendeng masih didominasi gempa dangkal berkekuatan kecil hingga menengah. Ini justru pertanda baik: patahan melepas energi sedikit-sedikit secara normal, bukan menumpuk lalu pecah besar sekaligus.
3 FAKTA KUNCI BIAR NGGAK SALAH PAHAM:
Penjelasan
1. Aktif ≠ Mau Gempa Besar Semua sesar aktif bergerak. Yang bahaya kalau “terkunci” lama. Kendeng saat ini melepas energi rutin 2. M6-7 Itu Skenario, Bukan Prediksi Ilmuwan belum bisa prediksi waktu gempa. Angka itu buat desain rumah tahan gempa
3. Gempa Kecil Itu Bagus Daripada diam 100 tahun lalu M7, lebih baik sering M3. Energi nggak numpuk
Yang Harus Dilakukan Warga Madiun:
1. Tetap tenang: Jangan telan mentah-mentah info WA “Madiun mau gempa”
2. Cek rumah: Pastikan struktur kuat. Retak besar? Konsultasi ke dinas PU
3. Tahu jalur aman: Hafal titik kumpul RT/RW kalau ada guncangan
4. Follow resmi: Info gempa hanya dari @infobmkg, BPBD Kota/Kab Madiun
Garis bawah: Madiun hidup di atas Sesar Kendeng itu fakta. Tapi panik nggak akan bikin sesar berhenti. Siap siaga yang bikin kita selamat.
Jadi Tetap waspada, jangan cemas. Rumah dicek, info valid dari BMKG. Madiun tangguh karena warganya ngerti.
*(Nang)*












