Kebakaran Hutan Jati di Ayah Meluas 2 Hektare, Polres Kebumen Imbau Warga Waspada

CyberTNI.id | Kebumen — Kebakaran melanda kawasan hutan tanaman jati milik Perum Perhutani di Petak 43, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa malam (8/9/2026).
Api menghanguskan lahan seluas sekitar 2 hektare.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengungkapkan api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Lokasi kebakaran terbilang rawan karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan karena titik api dekat permukiman,” kata AKBP Putu, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan assessment Polsek Ayah, warga menemukan api di kawasan hutan Petak 43.
Perangkat Desa Ayah segera menginformasikan kejadian tersebut kepada Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Ayah dan petugas kepolisian.

Warga, anggota LMDH, petugas Perhutani, polisi, dan unsur terkait lainnya bergegas ke lokasi dan berupaya memadamkan api dengan peralatan yang tersedia. Menurut keterangan, api berasal dari bagian bawah perbatasan hutan sisi barat, lalu merembet ke arah atas dan samping lahan.

Kondisi angin kencang dan banyaknya daun jati kering mempercepat penyebaran kobaran. Petugas dan warga bekerja sepanjang malam untuk memastikan api tidak meluas. Sekitar pukul 23.30 WIB, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan rumah warga yang terbakar dan korban jiwa.
Kerugian material belum dapat ditaksir.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya bara atau titik api baru, mengingat kedekatan kawasan dengan pemukiman warga.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai pihak, antara lain Polsek Ayah, Pemerintah Kecamatan Ayah, Perum Perhutani, Koramil 22 Ayah, Pemerintah Desa Ayah, BPBD Kabupaten Kebumen, Damkar Kabupaten Kebumen, Destana, Tim Reaksi Cepat Desa Ayah, LMDH, dan masyarakat setempat.

Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama selama musim kering. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan titik api atau asap di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

“Yang terpenting adalah mencegah api kembali muncul dan memastikan api tidak meluas ke permukiman. Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada,” tegas AKBP Putu.

 

 

Imam R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *