CyberTNI.id | BLORA – Kodim 0721/Blora menggelar Upacara Bendera 17-an bulan September 2026 di Lapangan Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda Nomor 44, Blora, Kamis (17/9/2026). Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menekankan pentingnya langkah cepat dan proaktif jajaran satuan komando kewilayahan (Satkowil) dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Amanat Pangdam IV/Diponegoro tersebut dibacakan oleh Kasdim 0721/Blora Mayor Arm Imam Sunandar selaku Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Danramil 12/Ngawen Kapten Cke Masrukin.
Upacara diikuti oleh personel Kodim 0721/Blora, Subdenpom IV/3-1 Blora, serta Rumkitban Blora, baik prajurit maupun PNS.
Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan dalam pelaksanaan tugas.
“Ke depan saya berharap seluruh anggota tetap menjunjung tinggi integritas dan moralitas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Pangdam.
Pangdam menyoroti kondisi musim kemarau panjang yang saat ini menjadi tantangan nyata di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kekeringan berpotensi menimbulkan krisis air bersih sekaligus meningkatkan kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan data BMKG yang disampaikan dalam amanat tersebut, sebanyak 31 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh wilayah D.I. Yogyakarta berada pada status awas terhadap kekeringan.
“Merespons kondisi tersebut, saya perintahkan kepada seluruh Dansatkowil jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk mengambil tindakan proaktif,” tegas Pangdam.
Langkah tersebut dilakukan melalui mitigasi serta pembaruan peta wilayah rawan kekeringan dan Karhutla. Para Dansatkowil juga diperintahkan turun langsung guna memastikan kondisi riil di lapangan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Khusus wilayah yang terdampak krisis air bersih, Pangdam memerintahkan jajaran untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, PDAM, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengerahkan personel dan sarana angkut dalam mendistribusikan bantuan air bersih secara tepat sasaran kepada masyarakat.
Penekanan tersebut merupakan bentuk komitmen Kodam IV/Diponegoro untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi yang berdampak langsung terhadap kehidupan dan kebutuhan dasar warga.
Selain penanganan dampak kekeringan, Pangdam menyampaikan bahwa capaian pembinaan teritorial akan terus diperkuat melalui kegiatan bakti kesehatan, karya bakti, dan bakti sosial secara serentak dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
Mengakhiri amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro mengingatkan seluruh prajurit untuk senantiasa bijak dalam menggunakan media sosial. Prajurit diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum, serta menjaga kehormatan diri, keluarga, satuan, dan institusi TNI AD.
Upacara Bendera 17-an berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, integritas, dan kesiapsiagaan personel dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pimum












