CyberTNI.id|MAGETAN,Sabtu (9/5/2026) — Pemerintah Kabupaten Magetan mulai mengintervensi tingginya harga pakan ternak yang dikeluhkan peternak ayam petelur. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan sebanyak 7.700 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur.
Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog di gudang Bulog Magetan, Gulun, Kecamatan Maospati. Bupati Magetan Bunda Nanik bersama Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Bapanas) Maino Dwi Hartono, dan Perwakilan Bulog Magetan Berangkatkan dua truk jagung yang disalurkan kepada Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) Magetan dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan.
Program tersebut menjadi penyaluran perdana secara nasional yang dihadiri langsung Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono, Bupati Magetan Nanik Sumantri, jajaran Bulog Ponorogo/Magetan, serta perwakilan peternak.
Maino mengatakan, penyaluran jagung SPHP ditujukan untuk membantu peternak layer mandiri, mulai skala mikro, kecil hingga menengah. Berbeda dari tahun sebelumnya, penyaluran tahun ini dibuka hingga akhir tahun tanpa pembatasan waktu.
“Alhamdulillah di Magetan setelah diskusi dengan teman-teman peternak dan Bulog, sekarang sudah bisa mulai berproses untuk pembelian jagung pemerintah melalui Perum Bulog. Ini memang dibutuhkan peternak layer mandiri, baik mikro, kecil maupun menengah,” ujarnya.
Jagung SPHP tersebut nantinya disalurkan melalui lima koperasi peternak di Magetan. Penebusan dilakukan secara terkoordinasi oleh koperasi dengan pendampingan Bulog menggunakan sistem aplikasi digital agar seluruh distribusi tercatat dan akuntabel.
Menurut Maino, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga telur dan pakan ternak. Saat ini harga jagung di tingkat peternak masih tinggi, sedangkan harga telur justru mengalami penurunan.
(Nang)












