CyberTNI.id| JAKARTA,Jumat (8/5/2026) — Harga Pertalite tidak naik tapi mau beli Pertalite semakin terbatas artinya harga Pertalite akan tetep murah tapi barangnya semakin langka
Kementerian ESDM menjelaskan bahwa penghentian penjualan Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina bukan karena distribusi BBM subsidi dihentikan secara nasional, melainkan karena beberapa SPBU tersebut berubah status menjadi “SPBU Signature”.
Menurut Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, SPBU Signature merupakan konsep SPBU premium dengan fasilitas dan layanan yang lebih tinggi dibanding SPBU reguler. Karena itu, SPBU jenis ini tidak lagi menjual BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
Pemerintah menegaskan Pertalite tetap tersedia di SPBU reguler lain yang masih mendapat penugasan penyaluran BBM subsidi dari BPH Migas. Penugasan distribusi Pertalite RON 90 kepada Pertamina Patra Niaga
Transformasi menjadi SPBU Signature disebut membawa sejumlah fasilitas tambahan, antara lain:
- area ibadah lebih lengkap,
- toilet dengan standar kebersihan lebih tinggi,
- bright store dan tenant makanan/minuman,
- area duduk nyaman,
- layanan fast track,
- hingga layanan semir ban gratis untuk transaksi tertentu.
Beberapa SPBU yang dilaporkan sudah tidak lagi menjual Pertalite berada di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Daftar yang beredar mencakup 13 SPBU Signature, termasuk kawasan Antasari, Fatmawati, Slipi, Pasar Minggu, hingga Pondok Rangon.
Isu ini kemudian memicu perdebatan publik karena:
- muncul kekhawatiran adanya pengurangan akses BBM subsidi secara bertahap di wilayah perkotaan,
- adanya kesan segmentasi layanan berdasarkan kemampuan ekonomi pengguna,
- dan potensi bertambahnya beban masyarakat pengguna kendaraan harian yang sebelumnya mengandalkan Pertalite.
Namun hingga saat ini, pemerintah menyatakan kebijakan tersebut baru terkait perubahan status beberapa SPBU tertentu, bukan penghapusan Pertalite secara nasional.
(Nang)












