CyberTNI.id|BANDUNG,Minggu (10/5/2026) —Kendaraan taktis ringan produksi PT Pindad, Maung, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga saat ini, jumlah produksi kendaraan buatan anak bangsa tersebut telah mencapai 3.200 unit.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Maung merupakan salah satu hasil nyata penguatan industri pertahanan nasional yang digagas sejak Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
“Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri,” ujar Teddy dalam keterangan kepada Insan Pers
Maung mulai dikembangkan sejak 2018 dengan nama awal Bima M-31. Program tersebut kemudian dilanjutkan secara intensif ketika Prabowo memimpin Kementerian Pertahanan pada periode 2019–2024.
Pada Januari 2021, Prabowo memesan 500 unit Maung dari PT Pindad. Sejak saat itu, kendaraan taktis tersebut banyak digunakan untuk kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia.
Salah satu varian Maung yang paling menyita perhatian adalah MV3 Garuda Limousine. Kendaraan ini digunakan sebagai mobil kepresidenan saat pelantikan Prabowo sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
Pengadaan Maung terus berlanjut. Pada Maret 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan secara simbolis 700 unit Maung MV3 kepada TNI.
Saat itu, Sjafrie mengungkapkan pemerintah telah memesan sekitar 4.000 unit Maung. Namun, penyerahan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas produksi Pindad.
Pamor Maung semakin menanjak ketika kendaraan ini digunakan Prabowo dalam kunjungan ke Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026.
Menurut Teddy, penggunaan Maung di forum internasional itu memiliki makna strategis. “Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” kata Teddy.
Kehadiran Maung di panggung internasional menjadi bukti bahwa industri pertahanan nasional semakin diperhitungkan. Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, produk karya anak bangsa itu kini turut memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
(Nang)












