CyberTNI.id | SPANYOL, Minggu ( 15/3/2026) —
Remaja asal Gunugkidul yang masih berusia 17 tahun ini disebut-sebut memiliki teknik cornering luar biasa yang bahkan dibandingkan dengan gaya balap milik legenda MotoGP, Marc Marquez.
Data telemetri terbaru dari lintasan balap Eropa membuat sejumlah jurnalis dan analis teknis terkejut.
Angka-angka yang muncul menunjukkan kecepatan tikungan yang dianggap “tidak masuk akal” untuk motor di kelas yang ia gunakan.
Dalam analisis teknis yang beredar di paddock Eropa, salah satu angka yang paling menarik perhatian adalah mid-corner speed milik Veda Ega Pratama.
Kecepatan saat berada di tengah tikungan tersebut tercatat sangat tinggi dibanding pembalap lain di kelasnya.
Bahkan beberapa analis menyebut grafiknya menyerupai data milik Marc Marquez pada masa kejayaannya.
Para jurnalis dari media olahraga Spanyol seperti Marca dilaporkan sempat memperdebatkan bagaimana seorang pembalap muda bisa memiliki sensitivitas ban depan yang begitu presisi.
Hal ini tidak hanya soal keberanian saat menikung.
Banyak teknisi menyebut gaya balap Veda sebagai kombinasi dari presisi matematis dalam memilih racing line, kontrol throttle yang sangat halus serta keseimbangan tubuh yang stabil saat motor miring ekstrem.
Perbandingan antara Veda Ega Pratama dan Marc Marquez menjadi topik hangat di kalangan analis balap.
Gaya Marquez terkenal sangat agresif.
Ia sering menggunakan sudut kemiringan ekstrem dan menyelamatkan motor dengan kontrol luar biasa, tetapi pendekatan ini sering memberi tekanan besar pada ban.
Sebaliknya, Veda Pratama terlihat jauh lebih halus saat memasuki tikungan.
Beberapa analisis video gerak lambat menunjukkan beberapa keunggulan tekniknya seperti distribusi berat tubuh lebih rendah, pusat gravitasi motor menjadi lebih stabil saat menikung, motor lebih “mengalir” di tikungan.
Ia bahkan mempertahankan momentum tanpa perlu pengereman berlebihan seperti minim getaran pada bagian depan, suspensi bekerja lebih stabil sehingga kecepatan tikungan tetap tinggi.
Pendekatan ini membuat Veda terlihat santai, namun sebenarnya ia lebih cepat di titik apex tikungan.
Tantangan Lebih Berat di Kelas Moto3
Yang membuat pencapaian ini semakin luar biasa adalah fakta bahwa Veda tidak menggunakan motor dengan tenaga besar seperti di kelas utama MotoGP.
Ia berkompetisi di kelas Moto3 yang memiliki tenaga mesin jauh lebih kecil.
Dalam kelas ini, kehilangan momentum di tikungan bisa berarti kehilangan waktu satu lap secara keseluruhan.
Karena itu, pembalap Moto3 harus sangat presisi dalam racing line, menjaga kecepatan tikungan setinggi mungkin dan menghindari kesalahan kecil sekalipun.
Veda Pratama mampu melakukan semua itu dengan konsistensi tinggi, sesuatu yang membuat para teknisi Eropa mulai memperhatikannya secara serius.
Sedangkan di luar lintasan, Veda dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak banyak bicara.
Namun ketika visor helmnya diturunkan, ia berubah menjadi pembalap yang sangat fokus.
( Nang)












