CyberTNI.id | Jakarta— Dalam momentum penting Hari Kebebasan Pers Sedunia, 3 Mei, sebuah pertemuan strategis penuh makna digelar antara Pimpinan Umum Redaksi, Dewan Pembina Kolonel Kopassus Bapak Sapto Irianto, serta perwakilan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Mabes Polri. Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, namun menjadi langkah nyata memperkuat sinergitas lintas sektor demi menjaga stabilitas informasi dan keamanan nasional.
Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti jalannya koordinasi, namun di balik itu tersimpan pembahasan serius terkait tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini—mulai dari maraknya disinformasi, dinamika sosial di tengah masyarakat, hingga pentingnya peran media dalam menjaga keseimbangan informasi publik.
Pimpinan Umum Redaksi dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa media bukan hanya sebagai penyampai berita, melainkan sebagai pilar utama demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berintegritas.
“Di era digital yang serba cepat ini, media harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan provokasi. Koordinasi dengan aparat dan pembina menjadi kunci agar informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar mencerahkan, bukan menyesatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Kolonel Kopassus Bapak Sapto Irianto memberikan arahan tegas terkait pentingnya menjaga marwah institusi dan kehormatan bersama. Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada soliditas, komunikasi yang sehat, serta komitmen terhadap nilai persaudaraan.
“Kita harus berdiri dalam satu barisan, menjaga kehormatan, dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan yang merusak persatuan. Sinergi ini adalah kekuatan kita,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Perwakilan dari Dirkrimum Mabes Polri juga menyampaikan bahwa keterlibatan media dalam mendukung transparansi penegakan hukum sangatlah vital. Media dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
“Sinergi antara media dan aparat penegak hukum bukan hanya penting, tapi mutlak diperlukan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menciptakan situasi yang kondusif dan mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat,” jelasnya.
Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini semakin menguatkan komitmen bersama bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Kebebasan bukan berarti tanpa batas, namun harus tetap berada dalam koridor etika, hukum, dan kepentingan bangsa.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kokoh dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara media, pembina, dan aparat penegak hukum. Sebuah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih terpercaya dalam penyampaian informasi publik.
Pers Bebas, Bertanggung Jawab, dan Berintegritas adalah Pilar Kekuatan Bangsa.
Red_team












