CyberTNI.id | Boyolali – Sebuah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan kembali ditunjukkan oleh tokoh nasional, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Jaswadi HS. Dalam sebuah momentum penuh makna, Jaswadi HS memberikan hibah tanah seluas kurang lebih 9.000 meter persegi kepada Ketua Umum Kesatria Jawa Bersatu, Ahmad Wibisono, SH, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.
Pemberian tanah tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan bangsa, khususnya dalam sektor ketahanan pangan. Tanah yang diberikan secara cuma-cuma ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kawasan percontohan yang mampu mendukung kemandirian pangan, sekaligus menjadi pusat gerakan produktif bagi organisasi Kesatria Jawa Bersatu.
Dalam keterangannya, Letjen TNI (Purn) Jaswadi HS menegaskan bahwa tanah tersebut diberikan sebagai bentuk kepercayaan sekaligus amanah kepada Ahmad Wibisono, SH agar dapat dikelola secara optimal. Ia berpesan agar lahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dikembangkan menjadi model ketahanan pangan yang bisa ditiru oleh seluruh anggota Kesatria Jawa Bersatu di berbagai daerah.
“Tanah ini bukan sekadar pemberian, tetapi tanggung jawab. Saya berharap ini menjadi contoh nyata bahwa organisasi masyarakat juga mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan bangsa,” tegas Jaswadi.

Ketua Umum Kesatria Jawa Bersatu, Ahmad Wibisono, SH, menyambut amanah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab dan komitmen tinggi. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap menjadikan lahan tersebut sebagai pusat pengembangan pertanian terpadu yang modern namun tetap berakar pada kearifan lokal.
“Kami tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan besar ini. Tanah ini akan kami jadikan simbol perjuangan dan bukti bahwa Kesatria Jawa Bersatu hadir nyata untuk bangsa. Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga soal kedaulatan,” ujar Ahmad Wibisono dengan penuh semangat.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Kesatria Jawa Bersatu akan terus berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di tengah arus modernisasi yang semakin deras, di mana nilai-nilai adat dan budaya mulai tergerus bahkan ‘dijajah’ secara teknologi, organisasi ini berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan identitas bangsa.
Kesatria Jawa Bersatu tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan budaya, tetapi juga mulai memperkuat perannya dalam sektor strategis seperti ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta pelestarian nilai-nilai luhur Nusantara. Dengan semangat “Siji Tekad, Njaga Tanpa Wedi”, organisasi ini terus membangun kekuatan kolektif rakyat demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Langkah besar yang diinisiasi oleh Letjen TNI (Purn) Jaswadi HS bersama Ahmad Wibisono, SH ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara tokoh bangsa dan organisasi masyarakat dapat menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi tantangan zaman. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara.
Dengan adanya hibah ini, Boyolali diharapkan akan menjadi salah satu pusat percontohan nasional dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Kesatria Jawa Bersatu pun semakin menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga nilai dan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di era modern.
Red_muhammad












