CyberTNI.id|IRAN,Senin (20/4/2026) — Ketegangan di jalur pelayaran global Selat Hormuz berdampak pada operasional pelayaran Indonesia.
Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi dua armadanya masih tertahan di kawasan Teluk Arab akibat situasi keamanan yang belum kondusif.
Seperti diketahui, Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup, dan kapal-kapal yang mencoba melintas dilaporkan mendapat serangan pada Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
Penutupan ini diumumkan kurang dari sehari setelah jalur tersebut sempat dibuka untuk lalu lintas pelayaran.
Pelaksana tugas (Pjs.) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro belum dapat melintasi Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega
“PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” tambahnya.
Ia menegaskan, perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan otoritas terkait, guna memastikan langkah yang diambil tetap mengedepankan aspek keselamatan.
“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” jelasnya.
Menurut Vega, keselamatan menjadi prioritas utama dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, baik bagi awak kapal maupun muatan yang dibawa.
“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” tutupnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa selat Hormuz akan kembali ditutup hingga blokade Amerika Serikat dicabut.
Media pemerintah Iran menyebut penutupan kembali dilakukan karena Amerika Serikat tidak memenuhi kesepakatan.
Iran menuduh AS tetap menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Iran juga memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari area jangkar di Teluk Persia dan Laut Oman.
Setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan berpotensi menjadi target.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan dua kapal cepat Garda Revolusi melepaskan tembakan ke sebuah kapal tanker yang sedang melintas.
(Nang)












