Kementerian Pertanian Pesan 10 Traktor Listrik Buatan ITS untuk Uji Coba Percepatan Produksi Pertanian

CyberTNI.id|SURABAYA,Senin (20/4/2026) —Kementerian Pertanian memesan 10 unit traktor listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk uji coba karena tidak menggunakan bahan bakar solar, melainkan energi listrik. Pemesanan ini dilakukan setelah melihat langsung performa alat tersebut di lapangan. Traktor listrik itu dinilai mampu mendukung percepatan produksi pertanian, terutama di wilayah terpencil yang sulit mengakses bahan bakar solar.

Traktor roda empat besutan ITS ini dirancang dengan teknologi mutakhir yang mampu beroperasi optimal di berbagai medan berat, termasuk lahan persawahan basah dan area gambut. Dari sisi desain, unit ini mengintegrasikan sistem kemudi modern yang presisi, indikator kecepatan digital, hingga baterai efisien yang didukung oleh panel surya di bagian depan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa efisiensi biaya menjadi keunggulan utama traktor ini, dengan harga produksi yang diklaim mencapai separuh dari harga traktor konvensional.

“Yang menarik adalah setiap kami order teknologi baru sesuai kebutuhan negara, itu dibuat langsung (oleh ITS). Satu ini, ini traktor buatan ITS. Kami minta 10 unit untuk dicoba,” kata Amran di Graha ITS, Minggu (19/4/2026).

Pemesanan langsung direalisasikan melalui penandatanganan kerja sama antara rektor ITS, Bambang Pramujati, dan PTPN IV yang ditunjuk untuk produksi. Harga satu unit traktor listrik tersebut sekitar Rp 200 juta, sehingga total 10 unit mencapai Rp 2 miliar.

Pengembangan traktor ini dipimpin oleh Prof. Bambang Sudarmanta yang menyatakan kesiapan produksi massal, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya berbasis energi surya (PV charging station) sebagai pendukung ekosistemnya.

Selain traktor listrik, Menteri Amran juga menyatakan minat terhadap inovasi teknologi pertanian lain dari ITS, seperti alat pemanjat kelapa hingga bensin sawit (benwit), sebagai bagian dari modernisasi sektor pertanian .

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *