CyberTNI.id|MAGETAN,Jumat (8/5/2026) — Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan menggelar aksi turun ke jalan
Massa yang tergabung dalam aliansi peternak rakyat ini mengeluhkan kondisi harga telur yang anjlok di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) dan menuntut peran nyata pemerintah daerah.
Aksi yang berlangsung tertib ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial berupa “Sedekah Telur”. Para peternak membagikan telur kepada masyarakat sebagai simbol keprihatinan sekaligus upaya berbagi di tengah sulitnya kondisi ekonomi peternak akibat harga yang tidak stabil.
Salah satu peternak, mengungkapkan kondisi usaha yang kian terhimpit. Harga pakan terus naik, sementara harga telur justru merosot.
“Sekarang harga telur sekitar Rp 22.800, bahkan di tingkat peternak bisa hanya Rp 22.000. Padahal HPP yang ditetapkan pemerintah Rp 26.500. Kami sudah di bawah biaya produksi,” ujarnya
Dalam tuntutannya, para peternak mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk meningkatkan serapan telur lokal. Mereka mengusulkan penambahan porsi menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari satu hari menjadi dua hari per minggu. Selain itu, mereka berharap telur dari peternak rakyat diserap secara maksimal untuk program penanganan stunting, bantuan sosial, hingga konsumsi rutin di lembaga-lembaga daerah.
“Kami menuntut perlindungan sesuai PerBadan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024. Pemerintah harus hadir memberikan tindakan nyata saat harga turun, sebagaimana pemerintah bertindak cepat saat harga tinggi,” tegas koordinator aksi.
Tak hanya soal harga, peternak juga menyuarakan penolakan keras terhadap wacana pembukaan pintu investasi asing di sektor peternakan ayam petelur oleh KADIN. Menurut mereka, masuknya modal asing akan mengancam keberlangsungan usaha ternak rakyat dan stabilitas ketahanan pangan nasional.
Menanggapi aksi tersebut, jajaran Pemkab Magetan langsung menggelar audiensi di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan. Perwakilan massa diterima dengan baik oleh Asisten Daerah bersama jajaran kepala dinas terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP), Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan.
(Nang)












