crossorigin="anonymous">

Bersih Desa Ngampungan 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Kirab Budaya dan Rebutan Gunungan Hasil Bumi

CyberTNI.id | Jombang – Tradisi tahunan Bersih Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, berlangsung sangat meriah pada Sabtu (27/06/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute kirab budaya hingga lokasi akhir acara untuk menyaksikan rangkaian tradisi yang sarat nilai budaya, sejarah, dan spiritual tersebut.

Kegiatan Bersih Desa tahun ini mengusung semangat pelestarian budaya lokal dengan tema “Satu Panggung Seribu Cerita”, yang menggambarkan kekayaan tradisi, sejarah, dan kebersamaan masyarakat Desa Ngampungan.

Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat memenuhi titik kumpul di Wisata Desa Pandan Sili, destinasi wisata desa yang sudah tidak asing lagi bagi warga Kecamatan Bareng maupun masyarakat Jombang pada umumnya. Dari lokasi inilah kirab budaya resmi dimulai.

Kepala Desa Ngampungan, Rohan, bersama sang istri tampak turun langsung mengikuti kirab budaya dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Kehadiran keduanya di tengah-tengah masyarakat mendapat apresiasi besar dari warga karena menunjukkan kedekatan pemimpin desa dengan masyarakatnya.

Kirab budaya tahun ini tampil spektakuler dengan berbagai suguhan menarik. Mulai dari gunungan hasil bumi, iring-iringan warga berpakaian adat, penampilan pelajar dengan kreativitas kostum budaya, hingga parade sound system besar yang menambah semarak suasana. Seluruh perwakilan RT se-Desa Ngampungan turut ambil bagian dalam pawai, menampilkan kreativitas terbaik masing-masing.

Suasana semakin meriah saat rombongan kirab bergerak menuju garis akhir. Sepanjang perjalanan, warga berjejer di sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang penuh warna. Tidak sedikit masyarakat dari luar desa yang ikut datang untuk menyaksikan kemeriahan acara tahunan tersebut.

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rohan selaku Kepala Desa Ngampungan beserta istri, jajaran perangkat desa, Sumadi selaku anggota DPRD Provinsi, unsur Kapolsek, Danramil, serta jajaran Forkopimcam Bareng. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal yang terus dijaga masyarakat.

Puncak kemeriahan terjadi saat gunungan hasil bumi tiba di titik finis. Gunungan yang berisi aneka hasil pertanian warga menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Desa Ngampungan.

Sebelum prosesi utama, acara diawali dengan penyambutan serta doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat. Dalam doa tersebut, seluruh warga memanjatkan harapan agar Desa Ngampungan senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, hasil panen melimpah, serta kehidupan masyarakat yang sejahtera dan harmonis.

Usai doa dipanjatkan, momen yang paling ditunggu warga akhirnya tiba: rebutan gunungan. Dalam hitungan detik, warga langsung menyerbu gunungan hasil bumi untuk mendapatkan sayur, buah, maupun hasil pertanian lainnya yang dipercaya membawa berkah.

Sorak sorai, tawa, dan semangat warga pecah memenuhi area acara. Suasana rebutan berlangsung seru namun tetap penuh kegembiraan. Tradisi ini menjadi simbol kuat kebersamaan sekaligus keyakinan masyarakat akan nilai keberkahan dari hasil bumi yang telah didoakan bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngampungan, Rohan, menyampaikan bahwa Bersih Desa bukan sekadar acara seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menjaga warisan leluhur.

“Tradisi ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah membuka dan membangun Desa Ngampungan. Kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga,” ujarnya.

Tokoh masyarakat yang memahami sejarah desa juga turut menyampaikan kisah tentang cikal bakal Desa Ngampungan, memberikan edukasi kepada generasi muda agar tidak melupakan akar sejarah dan identitas desanya.

Bersih Desa Ngampungan 2026 membuktikan bahwa budaya lokal tetap hidup dan dicintai masyarakat. Di tengah perkembangan zaman modern, tradisi seperti ini menjadi perekat sosial yang memperkuat gotong royong, persaudaraan, dan rasa memiliki terhadap desa.

Meski ribuan warga memadati lokasi acara, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat kerja sama panitia, aparat keamanan, dan masyarakat.

Kemeriahan Bersih Desa Ngampungan tahun ini meninggalkan kesan mendalam: budaya tetap lestari, masyarakat tetap guyub, dan semangat kebersamaan terus terjaga dari generasi ke generasi.(too)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *