crossorigin="anonymous">

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Aceh Miliki Sistem Kelistrikan Mandiri

CyberTNI.id | Aceh — Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta pemerintah pusat dan PT PLN untuk mendorong terwujudnya sistem kelistrikan mandiri di Aceh yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Menurutnya, langkah tersebut sangat penting guna memperkuat ketahanan energi Aceh serta menghindari kerugian besar akibat ketidakstabilan pasokan listrik dari luar daerah.

“Ketahanan energi adalah fondasi pembangunan ekonomi. Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan karena ketergantungan penuh pada sistem Sumbagut. Kita membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih mandiri, kuat, dan mampu menjamin kepastian pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Tuanku Muhammad, Minggu (24/5/2026).

Ia menilai, pemadaman listrik yang terjadi dalam dua hari terakhir telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi pelaku usaha dan sektor pelayanan publik.

Tuanku Muhammad menjelaskan, selama ini Aceh masih menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera Bagian Utara yang terhubung dengan Sumatera Utara dan sejumlah wilayah lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan setiap gangguan transmisi maupun krisis pasokan energi di luar Aceh turut berdampak langsung terhadap masyarakat di Tanah Rencong.

Berdasarkan data PLN, kebutuhan listrik di Aceh terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada malam pergantian tahun 2024, beban puncak listrik Aceh tercatat mencapai sekitar 516 MegaWatt (MW), sementara daya mampu pasok berada di kisaran 733 MW.

Sebelumnya, pada tahun 2023, Pemerintah Aceh mencatat daya mampu kelistrikan Aceh mencapai 822 MW dengan beban puncak sekitar 567 MW. Artinya, secara umum Aceh masih memiliki surplus daya listrik, namun sistem tersebut dinilai masih sangat bergantung pada jaringan interkoneksi Sumbagut.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat bersama PT PLN segera merumuskan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur energi di Aceh, termasuk pengembangan pembangkit listrik mandiri dan penguatan jaringan distribusi di dalam daerah.

 

Eka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *