CyberTNI.id | Bekasi – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Muhammad Ihsan Maulana (22), korban tenggelam di Kali Bekasi, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah dilakukan pencarian selama lima hari.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di bantaran Kali Bekasi dengan posisi terlungkup dan tertimbun lumpur. Lokasi penemuan berada sekitar 10,83 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Proses evakuasi berlangsung penuh kewaspadaan karena area penemuan korban diketahui merupakan kawasan liar yang masih banyak dihuni buaya sungai. Petugas SAR harus ekstra hati-hati menghadapi beberapa ekor buaya yang terlihat masih berkeliaran di sekitar lokasi.
Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, mengatakan jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD Kota Bekasi untuk proses identifikasi oleh pihak keluarga.
“Jenazah korban kemudian kita evakuasi menuju RSUD Kota Bekasi untuk diidentifikasi oleh pihak keluarga dan sekitar pukul 20.24 WIB pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang dicari,” ujar Erdi.

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama teman-temannya sedang memancing di sekitar folder sebelum berpindah ke aliran Kali Bekasi karena tidak mendapatkan ikan.
Korban kemudian mengajak rekan-rekannya menyeberangi sungai. Sebagian teman korban memilih tidak ikut karena takut derasnya arus sungai. Saat berada di tengah aliran, korban diduga kelelahan hingga akhirnya terseret arus dan menghilang dari pandangan.
Selama operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bekasi, Polsek Jatiasih, SAR MTA, Pramuka Peduli, Semut Rescue, Baznas Kota Bekasi, Hirpala, hingga relawan RAPI Kota Bekasi.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai hingga radius 22 kilometer menggunakan sejumlah perahu karet dan peralatan SAR air lengkap. Selain penyisiran darat dan sungai, tim juga melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk memperluas area pencarian.

Dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi empat Search Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran dari Eretan 2 menuju Muara Bekasi sejauh 17,5 kilometer menggunakan LCR Basarnas. SRU 2 melakukan pencarian dari Bendungan Prisdo menuju Eretan 2 sejauh 18,3 kilometer menggunakan LCR SAR MTA. Sementara SRU 3 menyisir dari lokasi kejadian menuju Eretan Warung Ayu sejauh 22 kilometer menggunakan perahu rafting BPBD Kota Bekasi. SRU 4 bertugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone.
Selain derasnya debit air, operasi pencarian juga terkendala keberadaan sejumlah buaya liar di sekitar pinggir muara Bekasi yang kerap terlihat muncul di permukaan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Nuralam












