crossorigin="anonymous">

Padepokan Sapu Jagat Gus Dedi Semarakkan Malam 1 Suro dengan Pagelaran Wayang Kulit dan Santunan 500 Anak Yatim serta Kaum Duafa

CyberTNI.id | JOMBANG 14 6 2026– Dalam rangka menyambut dan memperingati Malam 1 Suro 2026, Padepokan Sapu Jagat Ruqyah Gus Dedi yang berlokasi di Dusun Semanding,

Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, menggelar pagelaran wayang kulit spektakuler pada Minggu (14/6/2026).

Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut dipadukan dengan santunan kepada ratusan anak yatim dan kaum duafa.

Acara yang menghadirkan dalang kondang Ki Adi Sasongko ini berlangsung meriah dengan dukungan sejumlah bintang tamu, di antaranya Niken Salindry dan Prigel Pangayu.

Ribuan masyarakat diperkirakan hadir untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menjadi bagian dari tradisi pelestarian budaya Jawa sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi masyarakat.
Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada sekitar 500 anak yatim dan kaum duafa dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang.

Santunan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial Padepokan Sapu Jagat terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menurut panitia(Gus Adi) penyelenggara,

kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya wayang kulit, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama menjelang datangnya Tahun Baru Jawa atau Malam 1 Suro.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Jombang, atau yg mewakili..Kapolres Jombang, jajaran Forkopimda, unsur Koramil, Polsek, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh masyarakat diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga tradisi budaya lokal.

Pengasuh Padepokan Sapu Jagat, Dedi Rahmat Hidayat atau lebih akrab di panggil (Gus Dedi,)

menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap dicintai oleh generasi muda. Ia juga berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban anak yatim dan kaum duafa.

“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat bagi masyarakat, baik melalui pelestarian budaya maupun kepedulian sosial,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Padepokan Sapu Jagat kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang membawa manfaat bagi warga Jombang dan sekitarnya.

 

Gokcuy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *