Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

CyberTNI.id | Situbondo, 30 Juli 2026 – Ketua Umum Gerakan Nasional Transparansi Publik (GNTP), RASYIDI,.C,PM,C,LOP, ( Didik Castielo )menegaskan bahwa korupsi telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, persoalan korupsi bukan hanya soal oknum, tetapi juga berkaitan dengan sistem yang membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

“Korupsi telah menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Jika tidak dilakukan pembenahan secara serius, maka dampaknya akan terus dirasakan oleh masyarakat melalui melemahnya pelayanan publik, pembangunan yang tidak optimal, dan menurunnya kepercayaan kepada negara,” tegas Didik.

Didik menilai bahwa salah satu faktor yang sering dibicarakan dalam ruang publik adalah tingginya biaya politik dalam berbagai kontestasi, mulai dari Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/Wali Kota, Pemilihan Kepala Desa, hingga pemilihan di tingkat lingkungan. Menurutnya, ketika biaya politik sangat besar, akan muncul risiko penyalahgunaan jabatan oleh sebagian pihak yang ingin mengembalikan modal politiknya secara tidak sah.

“Fenomena politik berbiaya tinggi harus menjadi perhatian bersama. Jika proses demokrasi dipengaruhi praktik politik uang, maka akan muncul risiko penyalahgunaan kewenangan setelah seseorang terpilih. Inilah yang harus diputus agar demokrasi menghasilkan pemimpin yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan kepada kepentingan pengembalian modal politik,” ujarnya.

GNTP juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi menganggap praktik politik uang sebagai hal yang wajar. Menurut Didik, perubahan tidak hanya bergantung pada penegak hukum, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin berdasarkan integritas, kapasitas, dan rekam jejak.

“Selama masih ada pihak yang menawarkan uang untuk memperoleh jabatan dan ada yang menerimanya sebagai hal biasa, maka ruang terjadinya korupsi akan tetap terbuka. Perubahan harus dimulai dari seluruh elemen bangsa,” katanya.

Sebagai langkah nyata, GNTP menyatakan akan:

– Mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik uang dan korupsi.

– Mengawal transparansi penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran publik.

– Mendorong penegakan hukum yang profesional, independen, dan tanpa tebang pilih terhadap setiap dugaan tindak pidana korupsi.

– Bersinergi dengan masyarakat, media, akademisi, dan lembaga negara untuk memperkuat budaya integritas.

Didik menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya antikorupsi.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang lahir dari integritas, bukan dari transaksi. Jika mata rantai politik uang dan penyalahgunaan jabatan dapat diputus, maka cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan akan semakin dekat.”

Gerakan Nasional Transparansi Publik (GNTP) – Integrity Watch

“Mengawal Transparansi, Menegakkan Integritas, Mewujudkan Keadilan.”

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *