crossorigin="anonymous">

Petani Dolopo Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Fermentasi

CyberTNI.id | MADIUN – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Fermentasi bagi para petani di Kecamatan Dolopo, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mekarsari, Awaludin, di Kelurahan Bangunsari ini bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjawab keluhan petani terkait tingginya harga pupuk kimia dan keterbatasan ketersediaan pupuk bersubsidi. Melalui kegiatan ini, petani dibekali pengetahuan serta keterampilan membuat pupuk organik fermentasi yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Acara dibuka pukul 08.30 WIB oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Dolopo, Ahmad Suhadak, S.ST. Turut hadir memberikan sambutan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kabupaten Madiun, Zainul Arifin, SP.

Dalam sambutannya, Zainul Arifin menegaskan pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tanah pertanian.

“Petani harus semakin cerdas dalam mengelola lahannya. Tanah tidak bisa terus-menerus diberi pupuk kimia. Sesekali harus dipulihkan dengan pupuk organik agar tetap subur. Selain menjaga kesehatan tanah, penggunaan pupuk organik juga dapat menekan biaya produksi,” ujarnya.

Materi utama bertajuk “Pupuk Organik Fermentasi: Solusi Pemupukan Efektif, Hemat, dan Ramah Tanah” disampaikan oleh narasumber Sawal. Setelah istirahat, salat, dan makan (Ishoma), para peserta langsung mengikuti praktik pembuatan pupuk organik fermentasi menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Puluhan petani dari Poktan Mekarsari tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses pencampuran bahan, teknik fermentasi, hingga cara pengaplikasian pupuk ke lahan pertanian.

Koordinator PPL Dolopo, Ahmad Suhadak, berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara mandiri sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk bersubsidi.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para petani mampu memproduksi pupuk sendiri di rumah. Jika terjadi keterlambatan distribusi pupuk subsidi, petani tetap dapat memenuhi kebutuhan lahannya dengan pupuk organik yang telah dipelajari,” katanya.

Kegiatan yang didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 ini berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dan ditutup dengan sesi diskusi serta evaluasi hasil praktik.

Selain memberikan solusi atas persoalan pupuk, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Petani Mekarsari, Bangunsari Naik Kelas!

Melalui pelatihan ini, puluhan petani memperoleh keterampilan baru dalam memproduksi pupuk organik fermentasi secara mandiri. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar, petani dapat mengurangi biaya produksi, menjaga kesehatan tanah, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi.

“Tanah sehat, biaya hemat,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut sebagai semangat menuju pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *