crossorigin="anonymous">

Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Abadi Masela

CyberTNI.id |JAKARTA ,Jumat (26/6/2026) – Proyek Strategis Nasional / PSN Blok Abadi Masela memasuki babak baru. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral / ESDM memastikan pembebasan lahan telah rampung dan peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilakukan awal Juli 2026.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, di Jakarta.

“Saya pikir Pak Menteri sudah pernah mengumumkan, pada 2030-an ya, 2029-2030, 2029 sudah onstream. Insyaallah pada Juli ini, awal Juli itu juga ada groundbreaking,” ujar Laode.

Konstruksi Dimulai 2027, Onstream 2029-2030
Senada, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek yang puluhan tahun tertunda ini kini telah berjalan.

“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu INPEX untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah menargetkan Blok Masela mulai berproduksi atau onstream pada periode 2029-2030. Sejumlah tahapan krusial seperti Front End Engineering and Design / FEED telah menunjukkan perkembangan positif.

 

Proyek Hilir Migas Terbesar, Investasi Rp330 Triliun
Lapangan Abadi Masela, atau Proyek LNG Abadi, merupakan proyek hulu migas terbesar di Indonesia saat ini. Berlokasi di Laut Arafura, Provinsi Maluku, proyek ini berstatus giant gas field dengan area sebaran lebih dari 1.000 km persegi.

Total cadangan gas diperkirakan mencapai 10 hingga lebih dari 18 Triliun Kaki Kubik / TCF. Nilai investasi proyek ditaksir mencapai US$20 miliar atau setara Rp330 triliun.

Proyek ini digarap konsorsium tiga perusahaan. INPEX Corporation dari Jepang melalui INPEX Masela Ltd menjadi operator utama dengan porsi saham 65%. PT Pertamina Hulu Energi / PHE memegang 20% saham, dan Petronas Masela Sdn Bhd dari Malaysia 15%.

 

Arahan Presiden Prabowo
Percepatan Proyek Masela merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM saat kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026. Dua agenda utama yang ditekankan adalah investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *